Banjir dan Longsor Landa Nagari Padang Laweh

TrubusNews
Binsar Marulitua
18 Jan 2020   06:00 WIB

Komentar
Banjir dan Longsor Landa Nagari Padang Laweh

Suasana banjir dan longsor di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipu Selatan, Tanah Datar, Sumatera Barat pada Jumat (17/1/2020). BPBD Kabupaten Tanah Datar mengatakan Hujan dengan intensitas tinggi disertai struktur tanah yang labil jadi penyebab. (Foto : Humas BNPB)

Trubus.id -- Trubus.id -- Hujan dengan intensitas tinggi disertai struktur tanah yang labil memicu banjir dan longsor di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipu Selatan, Tanah Datar, Sumatera Barat pada Jumat (17/1/2020) sekitar pukul 04.30 waktu setempat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo mengatakan, berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Tanah Datar tidak ada korban jiwa pascainsiden tersebut. Namun, banjir dan longsor mengakibatkan 5 KK (14 jiwa) mengungsi ke tempat kerabat terdekat.

"Data sementara BPBD setempat sore ini (17/1/2020) menyebutkan bangunan terendam yaitu 5 unit rumah, 3 unit kantor dan  3 unit sekolah PAUD," jelas Agus. 

Baca Lainnya : PVMBG Ungkap Pergerakan Tanah Penyebab Longsor Sukajaya Bogor

Agus menerangkan BPBD setempat bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah membersihkan material batu serta lumpur. BPBD bersama Dinas PU juga telah mendirikan dapur umum. Kondisi cuaca masih mendung di lokasi kejadian.

Sementara itu, banjir bandang juga melanda wilayah  Kabupaten Tanah Datar. Pusdalops BNPB mendapatkan laporan dari BPBD setempat banjir bandang menerjang Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo Kec. Batipuh Selatan. Kejadian ini berlangsung hari ini (17/1/2020) pukul 04.25 pagi.

"Banjir bandang atau galodo dipicu hujan deras yang berlangsung sejak Kamis (16/1/2020) malam hingga Jumat (17/1/2020)," tambahnya

Ia menerangkan, perkembangan situasi sampai pada Jumat (17/1/2020), pukul 10.07 WIB menyebutkan akses menuju lokasi bisa dilewati namun jalan keliling danau putus total.

Baca Lainnya : Pemberian HGU Tanpa Kontrol Penyebab Longsor di Sukajaya Bogor

BPBD setempat melaporkan dampak sementara, yaitu 8 bangunan mengalami kerusakan (6 rumah, 1 toko perabotan dan 1 bengkel motor), sedankan kerugian harta benda lainnya 15 karung padi siap panen hanyut, 20 jagung siap panen hanyut, 2 ekor sapi hilang, 10 ekor kambing hilang. Listrik di area terdampak masih padam

"Tidak ada korban jiwa pascainsiden, tetapi 5 KK harus dievakuasi,"ungkapnya lagi.  

 Dia juga menerangkan pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya seperti TNI, Polri telah melakukan upaya penanganan darurat di lokasi kejadian.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: