Lewat Bincang-Bincang Wisma Hijau, Bambang Ismawan Ajak Milenial Kembangkan Potensi Desa

TrubusNews
Astri Sofyanti
17 Jan 2020   18:00 WIB

Komentar
Lewat Bincang-Bincang Wisma Hijau, Bambang Ismawan Ajak Milenial Kembangkan Potensi Desa

Bambang Ismawan dalam kegiatan Bincang-Bincang Wisma Hijau yang diselenggarakan di Kampus Diklat Bina Swadaya, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/1). (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Pendiri Yayasan Bina Swadaya, Bambang Ismawan mengajak para milenial untuk memanfaatkan potensi desa. Hal itu ia sampaikan saat digelarnya Bincang-Bincang Wisma Hijau Ngobrol Bareng Bambang Ismawan dengan tema 'Kenapa Desa Perlu Direvitalisasi' yang diselenggarakan di Kampus Diklat Bina Swadaya, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/1).

Lembaga sosial masyarakat yang telah dibangun sejak 52 tahun silam ini sebelumnya telah sukses memberdayakan masyarakat lewat program revitalisasi desa yang diusungnya selama ini. Kini, melalui acara 'Ngobrol Bareng Bambang Ismawan', Bisma panggilan akrab Bambang Ismawan menyampaikan sejumlah masalah  kemiskinan yang ada di desa dan langkah-langkah menciptakan desa maju dan mandiri yang berdampak pada terciptanya ekonomi yang lebih baik.

"Ketidakberdayaan masyarakat mengakibatkan kemiskinan dan keterbelakangan. Kemiskinan di desa harus dientaskan salah satunya dengan membangun perekonomian rakyat dengan pertanian rakyat," kata Bambang Ismawan.

Baca Lainnya : Trubus Bina Swadaya Salurkan Ratusan Paket Hygiene Kit kepada Korban Tanah Longsor di Bogor

Ketidakberdayaan masyarakat, lanjut Bambang, memicu sejumlah polemik seperti KKN yang merajalela, kerusakan lingkungan tak terbendung, bencana alam tak terantisipasi, devaluasi mata uang yang sangat besar, ketidakstabilan pemerintah, hingga Pasal 33 UUD 1945 yang tidak seiring dengan kebijakan ekonomi.

Perlunya Revitalisasi Desa

Menurut Bambang, desa merupakan akar dari NKRI, oleh karena itu masing-masing desa memiliki kearifan lokal tersendiri. Kearifan lokal inilah yang harus dimanfaatkan dengan tujuan membangun masyarakat desa yang mandiri dan maju.

Pria berusia 82 tahun ini mengatakan revitalisasi desa perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya marginalisasi desa. Untuk mengurangi terjadinya marginalisasi di desa, Bambang mengatakan diperlukan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, Trubus Bina Swadaya membangun kelompok-kelompok swadaya masyarakat. Setelah kelompok-kelompok ini terbangun, barulah dibangun koperasi untuk menaunginya.

"Kita harus membangun desa yang mandiri dan maju. Kriteria desa yang mandiri dan maju adalah kehidupan masyarakatnya harus cerdas dan sehat, mampu berswadaya, mampu mengembangkan kesejahteraannya sendiri, rukun (social sustainable), membangun ekonomi kreatif, hingga menciptakan lingkungan asri yang berkelanjutan," lanjut Bambang.

Baca Lainnya : Bina Swadaya Salurkan Bantuan Korban Banjir Jabodetabek

Pada kesempatan tersebut, Bambang juga menceritakan keberhasilan Trubus Bina Swadaya dalam melakukan revitalisasi desa yang dilakukan di Kabupaten Batang. Di lokasi yang dimaksud, pihaknya telah melakukan pendampingan masyarakat di 10 desa yang meliputi Desa Kalipucang Wetan, Desa Jrakah Payung, Desa Kr. Tengah, Desa Kepuh, Kebumen, Rejosari Timur, Deles, Ngadirejo, Kembang Langit, dan Tombo. Ke-10 desa tersebut tersebar di 15 kecamatan yang kini sudah terbentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM).

"Dari KSM kami membangun koperasi dengan pendekatan kewisausahaan sosial dengan tujuan pembangunam sosial dengan staregi mengembangkan bisnis dengan masyarakat. Pilot projek batang dilakukan selama 2 tahun dan menghabiskan dana sebesar Rp4 miliar dari pihak swasta," pungkas Bambang.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: