Hutan Konservasi di Giam Siak Kecil Terbakar, BNPB: Api Belum Bisa Dipadamkan

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Jan 2020   19:31 WIB

Komentar
Hutan Konservasi di Giam Siak Kecil Terbakar, BNPB: Api Belum Bisa Dipadamkan

Tim Satgas Karhutla tengah memadamkan kebakaran hutan yang melanda kawasan hutan konservasi di Giam Siak, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (16/1/20) (Foto : Biro Humas BNPB)

Trubus.id -- Telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan konservasi di Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Kamis (16/1). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau melaporkan kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Usai menerima laporkan tim Satuan Tugas (Satgas) Karhtla langsung terjun ke lokasi untuk memadamkan kebakaran. Satgas Karhutla bekerja bahu membahu untuk memadamkan dan menyekat api agar tidak meluas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari BPBD Riau tercatat, luas kawasan hutan yang terbakar sekitar lima hektare yang seluruhnya merupakan lahan gambut dengan ditumbuhi pohon sawit dan semak belukar.

“Bersama personil dari anggota Manggala Agni KLHK Daops Dumai 1 Regu, anggota koramil 04 Mandau/Pinggir, anggota Polsek Pinggir, Damkar Kecamatan Mandau, MPA, masyarakat, RPK PT. ARARA ABADI dan KPH SM. GAK (BBKSDA RIAU),” demikian dikatakan Agus Wibowo Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, lewat keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (16/1).

Lebih lanjut Agus mengungkapkan, untuk memadamkan kebakaran tim Satgat Karhutla menggunakan sarana dan prasarana 1 unit mobil Slipon Manggala Agni KLHK Daops Dumai, 1 unit mobil patroli polisi, 1 Unit mobil pickup Damkar, 2 unit sepeda motor kawasaki KLX Manggala Agni KLHK Daops Dumai, 4 sepeda motor TNI, 1 unit sepeda motor polisi, 5 Unit sepeda motor milik masyarakat, 1 unit mark III Manggala Agni KLHK Daops Dumai, 1 Unit mini striker, 1 Unit mesin apung, 1 unit mesin robin masyarakat dan Handy Talky (HT) milik Manggala Agni KLHK Daops Dumai.

Selain itu, ada 10 orang petugas tambahan yang membantu proses pemadaman dari RPK Sinar Mas, serta helikopter Superpuma yang juga membantu tim darat melakukan waterbombing sebanyak 42 kali.

“Sampai saat ini api belum berhasil dipadamkan,” ungkap Agus.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: