Kepala BNPB dan Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Jaga Alam dan Selamatkan Penerus Bangsa

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Jan 2020   08:00 WIB

Komentar
Kepala BNPB dan Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Jaga Alam dan Selamatkan Penerus Bangsa

Kepala BNPB dan Gubernur Jawa Tengah ketika melakukan kunjungan kerja di wilayah Patiayam, Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah pada Rabu (15/1). (Foto : Biro Humas BNPB)

Trubus.id -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat Jawa Tengah peduli untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa. Kepedulian itu salah satunya diwujudkan dengan menjaga alam sekitar.

Aksi kedua pemimpin ini ditunjukkan dengan hadir di tengah masyarakat dan menanam pohon sebagai contoh konkret kepedulian menjaga alam. Kepala BNPB dan Gubernur Jawa Tengah mengawali kunjungan kerja di wilayah Patiayam, Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah pada Rabu (15/1). Mereka dengan kendaraan four wheel drive menapaki medan tanah untuk mencapai puncak di Patiayam. Sejauh mata memandang, tampak di bukit itu tanaman semusim ketela pohon yang ditanam oleh masyarakat setempat.

Meskipun wilayah Patiayam terlihat hijau, kawasan ini termasuk kritis mengingat hampir tidak ada tanaman keras yang mampu mengikat tanah. Insiden yang dapat berujung bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, seperti longsor atau pun banjir bandang.

Di sela-sela kunjungan, Ganjar menanyakan kepada warga bernama Huda mengenai wilayah Patiayam tersebut.

“Menurut Pak Huda, daerah ini termasuk kategori baik atau rusak?” tanya Ganjar.

Warga lain pun menimpali dengan menyebut kawasan Patiayam sebagai daerah gundul. Ganjar pun menyampaikan bahwa warga boleh menanam tetapi dirinya meminta warga juga turut menanam tanaman keras. Untuk menghijaukan kembali wilayah Patiayam dibutuhkan 6.000 bibit pohon tanaman keras. Saat ini, lahan kritis Patiayam mencapai 1.500 hektar.

“Apabila terjadi hujan deras, ada kemungkinan longsor. Maka harus dihijaukan kembali,” ujar Ganjar sambil menyontohkan kejadian banjir bandang di Pati beberapa waktu lalu.

Ganjar menekankan meskipun Kawasan yang dikelola oleh Perhutani ini sebagai perhutanan sosial, masyarakat diminta juga menanam tanaman keras seperti durian, jambu atau manga.

Kemudian, Kepala BNPB Doni Monardo juga menyampaikan pesan kepada warga setempat untuk memperhitungkan keseimbangan alam.

“Bapak-bapak mungkin ingin cepat mendapatkan keuntungan secara ekonomi karena dengan menanam tanaman jenis palawija, seperti jagung atau ketela, ini tidak lama. Beberapa bulan sudah bisa dipanen,” kata Doni lewat keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (16/1).

Doni menegaskan bahwa melihat kondisi lahan kritis Patiayam tidak lagi memiliki kekuatan untuk menahan erosi. Oleh karena itu, material sedimen yang berada di sungai-sungai akan menjadi semakin tebal dan ketika hujan turun akan meluap ke banyak daerah.

Sosok Letnan Jenderal TNI pencinta lingkungan ini menyampaikan warga untuk mulai peduli dengan kondisi tersebut. Doni mengingatkan bahwa ada saudara-saudara mereka yang berada di bawah kawasan itu yang mungkin saja dapat terpapar bahaya. Baginya, menjaga alam dengan menanam pohon pohon berarti peduli tidak hanya kepada lingkungan tetapi generasi penerus bangsa di masa mendatang.

Sementara itu, saat berkunjung ke kawasan Kendeng, Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, Pati, Jawa Tengah, Doni dan Ganjar serta unsur forkopimda Kabupaten Pati menanam tanaman keras, seperti beringin dan apokat. Kawasan Kendeng ini mirip seperti yang dialami wilayah Patiayam sebagai kawasan kritis. Namun yang berbeda pada kawasan yang tampak bebatuan karang ini, sebagian besar kawasan ditanami tanaman jagung oleh warga setempat.

Kunjungan ke wilayah Kendeng merupakan lawatan kedua Kepala BNPB, yang sebelumnya dengan menggunakan helikopter telah memetakan kawasan kritis seperti di Kecamatan Sukolilo, Pati pada 15 November 2019 lalu.

Saat berbicara dengan warga Sumbersari, Doni mengatakan bahwa kegiatan menanam di sejumlah daerah kritis sebagai perbuatan mulia.

“Bapak, Ibu dan adik-adik sekalian telah turut membantu menyelamatkan generasi yang akan datang. Oleh karenanya, setiap jenis pohon atau sejumlah pohon yang ditanam ini insyallah akan memberikan amaljariyah bagi bapak, ibu sekalian,” beber Doni.

Doni perpesan kepada warga untuk tidak hanya menanam, tetapi merawat dan memastikan tanaman tersebut tumbuh dengan baik.

“Kalau sudah ditanam, pohonnya dirawat supaya tumbuh. Lebih baik menanam pohon sepuluh dan tumbuh sepuluh, daripada menanam 50 tetapi yang tumbuh cuma tiga,” sambungnya.

Pada kunjungan di kawasan yang dikenal sebagai Lorotan Semar ini Doni menyumbangkan 5.000 bibit tanaman pohon aren dan vetiver.

Upaya penanaman pohon di wilayah Kabupaten Kudus dan Pati, Jawa Tengah ini merupakan upaya mitigasi vegetasi dalam menghadapi potensi ancaman bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan kekeringan. Dengan menanam hari ini, mereka yang tinggal di sekitar kawasan kritis telah melakukan investasi kehidupan tidak hanya pada hidup mereka kini tetapi generasi penerus yang akan datang.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: