Ungkap 10 Taksa Baru Burung Indonesia, LIPI Beri Nama Habibie dan Emil Salim

TrubusNews
Binsar Marulitua
14 Jan 2020   19:36 WIB

Komentar
Ungkap 10 Taksa Baru Burung Indonesia, LIPI Beri Nama Habibie dan Emil Salim

Rhipidura Habibie sp Nov dari Pulau Paleng, Sulawesi Tenggara (Foto : Agus Priyono)

Trubus.id -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Biologi berhasil menemukan sepuluh taksa baru burung di Sulawesi dan Maluku Utara

Penemuan ini merupakan hasil kerjasama antara Pusat Penelitian Biologi LIPI dengan National University of Singapore, Singapura dari kegiatan survei selama enam  minggu di propinsi Sulawesi Tengah dan Maluku Utara pada akhir tahun 2013 hingga awal tahun 2014 lalu.

Lokasi survei meliputi Pulau Peleng di Kepulauan Banggai dan pulau Batudaka di Kepulauan Togean (Sulawesi Tengah) serta Pulau Taliabu di Kepulauan Sula (Maluku Utara). Hasil penemuan ini telah ditulis bersama oleh Rheindt FE, Prawiradilaga DM, Ashari H, Suparno, Gwee CY, Lee GWX, Wu MY dan Ng NSR serta dipublikasikan pada tanggal 9 Januari 2020 dalam jurnal Science Vol. 367, Issue 6474, pp. 167-170.

Baca Lainnya : Jokowi: Uni Eropa Sengaja Mainkan Isu Kelapa Sawit Merusak Lingkungan karena Persaingan Dagang

Sepuluh taksa baru tersebut terdiri dari lima jenis baru dan lima anak jenis baru yaitu: Rhipidura habibiei sp.nov. (ditemukan di Pulau Peleng), Locustella portenta sp.nov. (Taliabu), Myzomela wahe sp.nov. (Taliabu), Phyllocopus suara merdu sp.nov. (Peleng), Phylloscopus emilsalimi sp.nov. (Taliabu), Phyllergates cuculatus sulanus subsp.nov (Taliabu), Phyllergates cucullats relictus subsp.nov. (Peleng),  Cyornis omissus omississimus subsp.nov. (Batudaka), Turdus poliocephalus sukahujan subsp.nov. (Taliabu) , an Ficedula hyperythra betinabiru subsp.nov.(Taliabu).

Profesor Riset bidang zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dewi Malia Prawiradilaga menjelaskan, banyaknya taksa burung baru yang ditemukan dari satu kali ekspedisi ini merupakan prestasi luar biasa dan sangat langka.

Baca Lainnya : Letusan Gunung Taal di Filipina Tidak Berdampak ke Sulut, 6.000 Penduduk Dievakuasi

“Baru terjadi lagi setelah lebih dari 100 tahun lalu pascaekspedisi yang dilakukan oleh Alfred R. Wallace,” ujarnya. Menurut Dewi, kondisi alam yaitu adanya laut dalam di sekitar pulau-pulau tersebut mendukung terjadinya proses pembentukan jenis atau dikenal dengan spesiasi.
 
Dari kesepuluh taksa baru tadi, dua nama jenis dari lima jenis burung baru dianugerahkan kepada mendiang Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J Habibie serta tokoh cendekiawan Indonesia, Emil Salim.

“Hal ini merupakan  bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa kedua tokoh penting tersebut yang sangat peduli terhadap lingkungan dan sangat perhatian terhadap masa depan bangsa,” ujar Dewi.
 
Dirinya berharap nama besar keduanya tetap abadi  untuk  menjamin kelestarian dan keberadaan kedua jenis burung tersebut di alam.

“Kelestarian burung di alam menjadi warisan yang bernilai tidak terhingga bagi generasi penerus bangsa, tutupnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: