Jepang Bakal Hibahkan Kapal Pengawas Perikanan di Natuna

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Jan 2020   22:00 WIB

Komentar
Jepang Bakal Hibahkan Kapal Pengawas Perikanan di Natuna

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu (kiri) dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Jumat (10/1/20) (Foto : Kemenlu RI/Setkab)

Trubus.id -- Pemerintah Jepang melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Motegi Toshimitsu akan menghibahkan kapal pengawas perikanan di perairan Natuna guna mendukung sektor pariwisata Indonesia khususnya untuk meningkatkan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dalam pertemuan ke-7 Strategic Dialogue RI-Jepang, di Jakarta, Jumat (10/1).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, selain meningkatkan kerja sama investasi dan perdagangan, Menlu Jepang juga sepakat untuk mengintensifkan kerja sama pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di 6 pulau terluar Indonesia.

“Khusus untuk Natuna, selain industri perikanan, Jepang akan membantu hibah kapal pengawas perikanan dan jajaki pengembangan industri pariwisata,” kata Menlu seperti mengutip siaran pers Setkab, Sabt (11/1).

Jepang juga berkomitmen terus memperluas investasi di Indonesia dan mendukung modernisasi industri dan keinginan Indonesia menjadi hub re-ekspor produk manufaktur Jepang di kawasan. Menlu juga sambut baik ketertarikan Jepang pada pembangunan ibu kota baru.

“Saya mengundang Jepang untuk mengembangkan konsep smart metropolis ibu kota baru, seperti klaster pendidikan (science city) dan kota berdimensi hutan (forest city),” ucap Retno.

Untuk mendukung kampanye sawit Indonesia, lanjut Menlu, Jepang siap mengirimkan tim ahli untuk membantu meningkatkan aspek keberlanjutan (sustainability) sawit Indonesia.  Selain itu, Menlu juga mengundang Jepang investasi di bidang teknologi sanitari buah tropis guna mendorong peningkatan ekspor Indonesia.

Lebih lanjut Menlu Retno menyampaikan, dirinya dan Menlu Jepang menegaskan komitmen bersama menjadikan ekonomi lebih terbuka serta kerja sama perdagangan saling menguntungkan. Dalam kaitan ini, kedua Menlu sepakat mendorong penyelesaian outstanding issues pada perundingan review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) serta menyelesaikan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada tahun 2020.

Menlu Jepang Motegi Toshimitsu menyampaikan kesiapan negaranya untuk mendukung program prioritas Pemerintah untuk mewujudkan SDM unggul.  

“Jepang siap berikan dukungan untuk pengembangan pelatihan vokasi dan pelatihan Bahasa Jepang, termasuk bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) dan tenaga kerja terampil Indonesia yang akan dikirim ke Jepang," ungkap Menlu Motegi.

Selain membahas penguatan kerjasama di sektor-sektor strategis, kedua Menlu sepakat untuk membentuk mekanisme dialog di tingkat Wakil Menteri Luar Negeri. Selain membahas kerja sama bilateral, kedua Menlu juga melakukan tukar pikiran mengenai situasi di kawasan dan global, antara lain kerja sama Indo-Pasifik, Rakhine State, situasi di Timor Tengah dan Laut China Selatan. Jepang adalah mitra dagang dan investasi terbesar kedua Indonesia.

Pada periode Januari-September 2019, nilai perdagangan bilateral sebesar US$23,85 miliar dan nilai investasi Jepang mencapai US$3,24 miliar dari 2.810 proyek.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

3 Warga Prancis Terjangkit Virus Corona

Peristiwa   25 Jan 2020 - 12:08 WIB
Bagikan:          
Bagikan: