Angin Kencang Membuat Kebakaran Hutan dan Lahan di Australia Picu Badai Api

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Jan 2020   13:00 WIB

Komentar
Angin Kencang Membuat Kebakaran Hutan dan Lahan di Australia Picu Badai Api

ilustrasi - kebakaran hutan di Australia (Foto : Saeed KHAN / AFP)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sebagian besar wilayah Wustralia masih berlangsung. Angin kencang yang menerjang Australia, Jumat (10/1) memicu kobaran api yang lebih besar lagi. Dilaporkan, kebakaran hutan dan lahan di Australia melalap lahan seluas empat kali Kota New York, Amerika Serikat.

Situasi ini mengakibatkan, suhu ekstrem melonjak menjadi di atas 40 derajat Celsius di berbagai wilayah New South Wales dan Victoria. Perhatian difokuskan pada pertemuan api yang menjadikan kebakaran di dua negara bagian itu bertemu menjadi monster.

Australia mengalami tahun terkering dan terpanas pada 2019, dengan suhu maksimum rata-rata tertinggi 41,9 derajat Celsius pada pertengahan Desember lalu.

Badai Api terjadi akibat kobaran api membuat cuaca panas dan naik ke udara. Hal itu lantas membentuk pusaran angin dan menghisap api yang sedang membara. Badai itu bisa membentuk awan yang disebut pyrocumulonimbus setinggi 16 kilometer. Awan tersebut lantas bisa membuat kondisi cuaca di sebuah lokasi berubah drastis dan sulit diperkirakan. Bahkan, dari awan tersebut bisa muncul kilat (dry lightning) meski tidak terjadi hujan.

Salah seorang pejabat pemadam kebakaran New South Wales Shane Fitzsimmons mengungkapkan bahwa angin panas membuat kebakaran menjadi semakin tak terkendali. "Kondisinya sulit hari ini. Ini angin panas dan kering yang sekali lagi akan menjadi tantangan nyata," demikian dikatakan Fitzsimmons, dikutip dari AFP dari Inews, Sabtu (11/1).

Status darurat bencana di negara bagian diperpanjang 48 jam sebelum perkiraan suhu panas pada Jumat. Bersamaan dengan itu, perintah evakuasi dikeluarkan untuk warga di sekitar perbatasan New South Wales-Victoria.

Menteri New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan, lebih dari 130 kebakaran terjadi di negara bagian itu, di mana 50 di antaranya belum bisa dikendalikan.

Sementara itu, di Australia bagian selatan, akses terputus saat petugas pemadam kebakaran berusaha menjinakkan api. Beberapa warga terpaksa mengungsi ke dermaga untuk menghindari api.

Kebakaran hutan dan lahan di Australia telah menewaskan sedikitnya 27 orang, menghancurkan lebih dari 2.300 rumah, dan menghanguskan 8 juta hektare lahan, luas yang sama dengan pulau Irlandia. Sementara itu ilmuwan Universitas Sydney memperkirakan 1 miliar ekor hewan mamalia, burung, dan reptilia mati akibat kebakaran.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

7 Provinsi dan 41 Pemkab Tetapkan Siaga Darurat Covid-19

Peristiwa   01 April 2020 - 08:41 WIB
Bagikan: