Wabah Pneumonia Misterius di China, Menkes Terawan Imbau Masyarakat Indonesia Waspada

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Jan 2020   09:00 WIB

Komentar
Wabah Pneumonia Misterius di China, Menkes Terawan Imbau Masyarakat Indonesia Waspada

ilustrasi - penyakit pneumonia (radang paru-paru) (Foto : Istockphoto/yodiyim)

Trubus.id -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 50 kasus pneumonia (radang paru-paru) yang mewabah di Wuhan, China diduga disebabkan oleh anggota baru dari virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Gejala umumnya adalah demam, batuk, dan sulit bernapas.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, mewabahnya pneumonia di Wuhan belum diketahui penyebabnya.

“Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernapasan biasa. Semua pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kita sudah dapat info mereka juga sudah diisolasi dan dilakukan penelusuran atau investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” kata Menkes lewat keterangannya di Jakarta, Jumat (10/1).

Baca Lainnya : 39 Orang Meninggal Akibat Rokok Elektrik di AS, 2051 Kasus Cedera Paru-Paru

WHO sampai saat ini tidak melakukan pembatasan perjalanan ke Tiongkok. Namun demikian, Menkes terawan meminta kepada seluruh masyarakat harus membiasakan berperilaku hidup sehat, seperti cuci tangan sebelum makan, pakai masker agar tidak menular ke orang lain, makan makanan bergizi seimbang, makan buah dan sayur yang cukup, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, dan segera berobat jika sakit.

Terawan menambahkan, masyarakat Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pneumonia yang tengah terjadi di Wuhan, China. Oleh karena itu, Menkes Terawan mengimbau masyarakat untuk menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup.

Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang yang gejala demam, batuk, dan susah bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat menuju fasilitas kesehatan terdekat. Namun jika saat di Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sulit bernafas agar segera berobat.

“Jika ada tanda-tanda seperti itu, agar segera ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Pencegahan yang dapat dilakukan dengan hygiene diri termasuk cuci tangan. Itu yang saya minta terus digalakkan di lingkungan masyarakat,” ucapnya.

Baca Lainnya : Yogurt dan Makanan Tinggi Serat, Turunkan Risiko Kanker Paru-paru

Hingga saat ini, lanjut Terawan, tidak ada laporan penularan pneumonia ke Indonesia. Selain itu juga pneumonia di Tiongkok belum ditemukan apakah berkaitan dengan SARS atau tidak.

“Memang ini gejalanya pneumonia, tapi belum mampu mendeteksi ini arahnya ke SARS, MERS CoV, dan WHO tidak mengeluarkan travel warning untuk membatasi perjalanan ke sana, imbauan saya untuk masyarakat tetaplah hidup sehat, makan cukup, istirahat cukup, itu paling penting menghdapi situasi seperti ini,” beber Menkes.

Pihaknya menambahkan kepada masyarakat Indonesia tidak perlu panik, Kemenkes sudah melakukan upaya preventif dan deteksi terutama dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Dari semua pintu masuk ke Indonesia di bandara atau pelabuhan sudah di aktifkan termoscanner untuk mendeteksi siapa saja yang masuk ke Indonesia terutama dari negara lain.

“Itu upaya preventif kita untuk mendeteksi adanya kasus pneumoni maupun kasus yang lain, SARS yang mungkin bisa masuk ke Indonesia bisa terdeteksi dengan cepat sehingga kita bisa melakukan tindakan yang benar,” pungkas Terawan. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: