Tiga Fokus Utama KKP Kembangkan Perikanan Budidaya di Mempawah Kalbar

TrubusNews
Binsar Marulitua
10 Jan 2020   14:00 WIB

Komentar
Tiga Fokus Utama KKP Kembangkan  Perikanan Budidaya di  Mempawah  Kalbar

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat melakukan panen parsial udang vaname di sela kunjungan di Kabupaten Mempawah - Kalimantan Barat Kamis (9/1/2019). (Foto : Humas DJPB KKP)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo akan fokus membangun perikanan budidaya di Kabupaten Mempawah sebagai salah satu prioritas dalam lima tahun kedepan. Hal tersebut disampaikan Edhy saat berdialog dengan ratusan stakeholders di Kabupaten Mempawah - Kalimantan Barat Kamis (9/1/2019).

Menteri Edhy menilai, Kabupaten Mempawah punya potensi perikanan budidaya yang bisa dioptimalkan bagi kepentingan ekonomi nasional dan daerah, terutama bagi peningkatan pendapatan masyarakat.

Namun demikian menurut Menteri Edhy, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sesegera mungkin, utamanya masalah logistik benih, ketersediaan pakan murah dan infrastruktur yang kurang memadai. Tiga hal tersebut menurutnya akan jadi fokus KKP ke depan.

Baca Lainnya : Menteri Airlangga Dorong KKP Budidaya Benih Lobster

"Masalah benih, pakan, infrastruktur, pembiayaan dan pasar adalah hal mendasar yang harus segera kita selesaikan. Saya targetkan masalah ini bisa clear dalam lima tahun kedepan. Bayangkan kita punya potensi budidaya yang cukup besar dan termanfaatkan baru 10% saja.  Oleh karenanya, saat ini saya datang ke Mempawah untuk melihat dan berdialog langsung dengan para pelaku. Saya ingin mendapat gambaran konkret terkait permasalahan yang dihadapi para stakeholders. Tim kami akan data dan kaji, sehingga ada fokus penyelesaian yang jelas dan terukur," tegas Edhy

Menteri Edhy menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, KKP akan fokus pada empat hal utama dalam pengembangan perikanan budidaya. Pertama, menjamin kualitas induk dan benih termasuk memperbaiki tata kelola sistem logistiknya. 

"Saya mendengar bahwa ternyata para pembudidaya mendatangkan benih dari luar Pulau Kalimantan. Saya rasa ini mestinya tidak terjadi, kenapa kita tidak membangun hatchery yang mendekat ke sentral sentral produksi. Ini saya kira akan kita fokuskan bagaimana logistik ini bisa efisien. Salah satunya dengan merevitalisasi Balai Benih Ikan, sehingga fungsinya dapat lebih produktif lagi," ungkapnya.

Kedua, terkait masalah pakan. Menurutnya program Gerpari akan terus kita genjot dan perbesar sehingga dapat menjangkau sentral sentral produksi.

"Baru-baru ini saya mengunjungi pembuat pakan mandiri di Garut, Saya sangat mengapresiasi inovasi masyarakat yang telah berhasil memanfaatkan limbah atau sampah organik sayuran menjadi produk pakan yakni maggot dengan FCR 0,8. Gambarannya dari sampah organik 7 ton dapat menghasilkan maggot 3,5 ton. Saya rasa ini luar biasa. Dan patut dijadikan model untuk daerah lain," imbuhnya.

Hal lain, Edhy menambahkan bahwa terkait pasar, KKP akan memfasilitasi pembangunan coldstorage untuk menampung hasil produksi terutama saat harga pasar jatuh. Ini juga bisa mempermudah agar produk bisa langsung ekspor.

"Jadi saya minta nanti didata berapa jumlah pengolah dan kapasitasnya untuk memetakan kebutuhan sarana dan prasarananya," kata Edhy.

Sedangkan terkait pembiayaan, Edhy menegaskan bahwa saat ini pembiayaan dengan kredit lunak seperti KUR dapat dengan mudah diakses. Menurutnya saat ini bunga KUR sudah turun menjadi 6%, bahkan untuk pinjaman maksimal 50 juta sudah tidak lagi dikenakan persyaratan agunan.

Baca Lainnya : Devisa Ekspor Udang Ditargetkan Capai 250 Persen hingga 2024, KKP Fokus Pengembangan Sistem Kluster

"Jadi intinya masalah yang ada optimistis segera dapat diselesaikan. Saya akan terus bersinergi dan membuka diri untuk berkomunikasi dengan para Kepala Dinas terkait. Jadi dalam hal pengembangan perikanan budidaya tidak perlu mengandalkan APBN sepenuhnya. APBN itu porsinya hanya 15%, hanya sebatas stimulan. Selebihnya kita semua harus bekerjasama mulai dari Pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, dan asosiasi/komunitas," pungkas  Menteri Edhy.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto yang turut mendampingi Menteri Edhy, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Mempawah khususnya. Dia mengaku tengah menyusun strategi lima tahun ke depan untuk mengakselerasi pembangunan perikanan di berbagai daerah.

"Sebagaimana yang disampaikan pak Menteri perihal tantangan yang ada, kami saat ini tengah memetakan dan menyusun roadmap sekaligus action plan nya. Yang jelas intinya kita fokus pada permasalahan mendasar dulu, khususnya yang berkaitan dengan benih dan pakan," ungkap Slamet

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meminta KKP untuk memprioritaskan pembangunan perikanan di Kalimantan Barat. Menurutnya, dukungan Pemerintah Pusat sangat penting untuk menumbuhkembangkan sektor ini bagi perekonomian masyarakat.

"Kami atas nama masyatakat memohon dukungan dari KKP terutama dalam hal tranafer teknologi, pakan, sarana dan prasarana, benih dan yang penting lagi bagaimana memfasilitasi agar akses pasar bisa terjamin," jelas Wagub.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: