Kemenperin Salurkan Bantuan Peralatan kepada IKM yang Terdampak Banjir

TrubusNews
Thomas Aquinus
10 Jan 2020   12:00 WIB

Komentar
Kemenperin Salurkan Bantuan Peralatan kepada IKM yang Terdampak Banjir

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika mengunjungi sentra IKM tahu dan tempe di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. (Foto : Kemenperin)

Trubus.id -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyerahkan bantuan mesin dan peralatan kepada para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang terkena dampak banjir di Jakarta dan Tangerang. Upaya yang dilakukan Kemenperin tersebut diharapkan IKM dapat terus berproduksi sehingga tetap memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Dengan beroperasinya kembali usaha dari para pelaku IKM ini, tentunya sejalan dengan tekad pemerintah yang senantiasa ingin mendorong tumbuh kembangnya sektor IKM. Sebab, selama ini sektor IKM telah menjadi tulang punggung perekonomian kita,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika mengunjungi sentra IKM tahu dan tempe di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (9/1).

Di sentra IKM tahu dan tempe tersebut, Menperin Agus didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih bersama anggota Komisi VI DPR RI Mukhtarudin, menyerahkan secara simbolis sarana produksi. Bantuan yang diberikan berupa pompa dorong 1 PK (20 unit), pompa jet pump 3 PK (2 unit), dinamo mesin giling (4 unit), dan blower (10 unit).

Baca Lainnya : Kemenperin Dorong IKM Gula Palma Ciptakan Terobosan Dongkrak Nilai Ekspor

Menperin menjelaskan, pada pekan lalu, Ditjen IKMA Kemenperin sudah menurunkan tim untuk meninjau langsung ke lapangan sekaligus mendata IKM yang terdampak banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Upaya ini juga untuk mendapatkan masukan dari mereka mengenai kebutuhan yang diharapkan dan solusi dalam mengatasi banjir ke depannya.

“Jadi, kami menerima laporan, bahwa di Semanan ini ada 1000 rumah produksi tempe yang meliputi 1.217 pengrajin dan sekitar 17 IKM yang memproduksi tahu. Ini menjadi salah satu sentra IKM di Jabodetabek yang mengalami kebanjiran. Rata-rata peralatan produksi mereka terendam banjir seperti dinamo, pompa air, hingga dapur umum,” ungkap Agus.

Baca Lainnya : Balai Riset Kemenperin Pacu Pengembangan dan Inovasi untuk Kemudahan IKM

Adapun estimasi nilai kerugian mereka sebesar Rp30 juta per IKM tahu, kemudian ditambah Rp3 juta per IKM tahu karena bahan baku rusak. Sedangkan, untuk IKM tempe, nilai kerugiannya diproyeksi mencapai Rp1 miliar dari potensi 100 ton tempe yang diproduksi. Bahkan apabila diakumulasikan dengan kerugian lainnya bisa lebih dari Rp5,1 miliar.

“Mereka mengalami kerugian akibat padamnya listrik sehingga kedelai yang siap produksi gagal diolah. Selain itu, tahu dan tempe yang telah siap dipasarkan, tidak bisa dikirim karena akses distribusi terkena banjir,” sebut Gati.

Dirjen IKMA menambahkan, banyak mesin dari para pelaku IKM tersebut yang mengalami kerusakan karena terendam banjir. “Bahkan, banyak bahan baku kedelai yang juga ikut terendam air. Mereka pun meminta optimalisasi saluran pembuangan air, utamanya di wilayah sentra,” imbuhnya.

Baca Lainnya : Program Restrukturisasi Peralatan Disambut Positif Pelaku IKM

Gati berharap, upaya yang dilakukan Kemenperin ini mampu membangkitkan kembali semangat dan aktivitas usaha mereka pascabanjir. Pada tahap selanjutnya, Ditjen IKMA melakukan pembinaan revitalisasi sentra, pendampingan mengenai mutu, manajemen, produksi, dan pemasaran, termasuk pula pendampingan dengan startup teknologi, serta fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan bantuan berupa penggantian mesin-mesin yang rusak hingga 100 persen,” ujarnya. Pada tahun 2020, anggaran yang akan disiapkan Kemenperin untuk memfasilitasi pemberian bantuan IKM akibat bencana sebesar Rp4 miliar.

“Kami telah mengalokasikan dana untuk membantu IKM-IKM yang terdampak bencana. Dana itu akan kami gunakan untuk bantuan mesin, alat-alat kerja bagi IKM serta pembangunan kembali sentra IKM," tuturnya.

Baca Lainnya : Tingkatkan Daya Saing IKM Pangan, Kemenperin Dorong Bersertifikasi Halal

Selanjutnya, Menperin bersama rombongan juga memberikan bantuan kepada enam pelaku IKM di Perumahan Pinang Griya Permai, Kota Tangerang yang antara lain bergerak di sektor makanan, minuman dan konveksi. Bantuan yang  diserahkan berupa 2 unit mesin jahit, 1 unit mesin potong, 1 unit mesin obras, 3 unit freezer, 3 unit kulkas, 2 unit oven, 3 unit kompor, 3 unit mixer, 3 unit blender, 1 unit mesin setrika steam, dan 3 unit burner.

“Bantuan lainnya juga akan dilakukan dalam bentuk pembinaan lanjutan berupa fasilitasi HKI, dan kemasan, fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan, serta bantuan promosi secara online dan offline,” imbuh Gati dalam siaran persnya. 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: