Delapan Kecamatan di Jawa Tengah Terendam Banjir

TrubusNews
Astri Sofyanti
09 Jan 2020   15:00 WIB

Komentar
Delapan Kecamatan di Jawa Tengah Terendam Banjir

Evakuasi warga terdampak banjir di Grobogan, Kamis (9/1/20) (Foto : Biro Humas BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Grobogan terdampak banjir sejak Rabu (8/1). Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo menyatakan delapan kecamatan yang terdampak banjir meliputi, Kecamatan Karangrayung, Kecamatan Gubug, Kecamatan Godong, Kecamatan Tanggungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kecamatan Penawangan, Kecamatan Kedungjati dan Kecamatan Purwodadi.

Data sementara yang berhasil dihimpun Pusdalop BNPB mencatat sebanyak 4000 KK terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 80-150 centimeter.

“Selain merendam desa/kelurahan dan infrastruktur serta fasilitas umum, banjir tersebut juga mengakibatkan satu warga meninggal dunia karena karena terpeleset di dalam rumah yang terendam air dari jebolan Tanggul Kali Jajar di Kecamatan Karangrayung,” kata Agus lewat keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (9/1).

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkeliling untuk meninjau lokasi terdampak bencana banjir yang melanda di sejumlah wilayah seperti di Grobogan dan Demak, Jawa Tengah, Kamis (9/1). Ganjar meninjau sejumlah tempat seperti Sungai Tuntang yang meluap karena intensitas hujan tinggi dan air kiriman dari wilayah hulu sungai, didampingi Kalakhar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sudaryanto dan Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Selain meninjau sungai dari atas jembatan, Ganjar juga mengunjungi posko di Kecamatan Gubug untuk menyapa para relawan dan pengungsi. Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan agar tidak terpapar penyakit yang mengancam saat banjir, terlebih jenis penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Setelah itu Ganjar juga membagi-bagikan kaos bertuliskan Jateng Gayeng bagi sejumlah warga di posko.

Lebih lanjut Agus menambahkan, ratusan hektare sawah yang ditanami padi berumur sekitar 1 bulanan juga terendam dan sehingga terancam gagal panen.

Selain Kabupaten Grobogan, wilayah Kabupaten Demak juga terdampak banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Tuntang ditambah jebolnya tanggul penahan sungai.

“Bencana tersebut menyebabkan 180 jiwa mengungsi di Kantor Kecamatan, pengungsi dan diprediksi ketinggian air akan bertambah,” pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: