BMKG: Pulau Simeulue Rawan Terjadi Gempa Bumi dan Tsunami

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Jan 2020   12:00 WIB

Komentar
BMKG: Pulau Simeulue Rawan Terjadi Gempa Bumi dan Tsunami

Ilustrasi - gempa bumi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan, Pulau Simeulue merupakan kawasan rawan gempa bumi dan tsunami.

“Pulau Simeulue bagian selatan termasuk dalam Segmen Megathrust Nias-Simeulue. Segmen megathrust aktif ini memiliki magnitudo tertarget M 8,7 yang artinya potensi untuk terjadinya gempa kuat memang sangat besar di wilayah ini,” kata Daryono lewat unggahan di akun Instagra pribadinya, @daryonobmkg, Selasa (8/1).

Ia menyebut, gempa kuat yang bersumber dari zona megathrust segmen ini ini sudah terjadi beberapa kali, pertama, gempa Simeulue 4 Januari 1907 berkekuatan magnitudo 7,6 yang memicu tsunami dan menelan korban jiwa lebih 400 orang meninggal dunia; kedua, gempa Simeulue pada 2 November 2002 dengan magnitudo M 7,2 mengakibatkan puluhan orang luka-luka; dan yang terakhir, gempa Simeulue pada 20 Februari 2008 dengan magnitudo M 7,3 menimbulkan kerusakan dan menelan korban jiwa 4 orang meninggal dunia.

Episenter Gempabumi Simeulue berkekuatan M 6,1 yang terjadi pada 7 Januari 2020 kemarin berada di lokasi yang hampir sama dengan gempabumi berkekuatan M 7,6 pada 1907 yang memicu tsunami besar saat itu. Tsunami pada 1907 melahirkan istilah lokal “smong” atau tsunami dan menyelamatkan masyarakat Simeulue dari tsunami tahun 2004. Konsep evakuasi mandiri dari “smong” ini terbukti sangat efektif untuk menyelamatkan diri dari bahaya tsunami.

“Zona megathrust Nias-Simeulue memang sangat aktif. Hasil monitoring aktivitas gempa bumi yang dilakukan BMKG selama tahun 2019 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas gempa bumi di zona Nias-Simeulue, hingga terjadinya gempa kuat M 6,1 kemarin,” tambahnya.

Daryono menegaskan, hingga Rabu (8/1) pukul 9.00 WIB pagi ini, hasil monitoring BMKG mencatat telah terjadi gempa susulan sebanyak 15 kali kejadian di Pulau Simeulue. Adapun magnitudo gempa susulan yang terbesar mencapai M 4,2 dan yang terkecil M 2,6.

Peta shake map BMKG yang dipublikasikan beberapa saat setelah terjadi Gempabumi Simeulue mampu mengestimasi tingkat goncangannya. Untuk wilayah Simeulue bagian selatan berpotensi mencapai skala intensitas V-VI MMI, sehingga diperkirakan dapat terjadi kerusakan.

“Prediksi BMKG ini cukup akurat, karena Pusdalops BPBD Kabupaten Simeulue sudah merilis data kerusakan sementara pasca Gempa Simeulue berkekuatan M 6,1 kemarin,” pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

3 Warga Prancis Terjangkit Virus Corona

Peristiwa   25 Jan 2020 - 12:08 WIB
Bagikan:          
Bagikan: