Tolak ‘Nine Dash Line’, Menlu: China Harus Patuhi UNCLOS

TrubusNews
Binsar Marulitua
07 Jan 2020   14:00 WIB

Komentar
Tolak ‘Nine Dash Line’, Menlu: China Harus Patuhi UNCLOS

Menlu Retno Marsudi menjawab wartawan mengenai perkembangan di Natuna usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/1/2019). (Foto : Humas BPMI)

Trubus.id -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan, bahwa posisi Indonesia cukup jelas, dan Presiden Joko Widodo juga sudah menyampaikan kembali bahwa pelanggaran itu dilakukan oleh kapal-kapal Tiongkok (China). Hal tersebut diungkapkan terkait pelanggaran di Pulau Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), akhir 2019 lalu. 

Menlu Retno mengingatkan, sebagai negara yang menjadi parties/anggota United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982, China atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memiliki kewajiban untuk mematuhi apa yang ada di UNCLOS.

“Nah, apa yang ada di antara lain mengatur mengenai masalah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) dan sebagainya, sehingga ZEE, penarikan-penarikan garis yang terkait dengan ZEE dan sebagainya yang di Indonesia itu sudah sesuai. Kita hanya ingin Tiongkok mematuhi hukum internasional termasuk di UNCLOS,” kata Menlu kepada wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/1/2019) kemarin.

Baca Lainnya : Basah Kuyup, Jokowi Tetap Tinjau Penanganan Bencana Banjir di Sukajaya

Terkait dengan Nine Dash Line yang diklaim oleh Tiongkok, Menlu Retno menegaskan, sampai kapanpun juga Indonesia tidak akan mengakui. Ia menegaskan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa itu bukan hal yang harus dikompromikan karena sudah jelas hak berdaulat.

“Ini hak berdaulat ya, hak berdaulat kita, sudah jelas, sudah sesuai dengan hukum internasional UNCLOS. Kita hanya ingin RRT sebagai anggota dari UNCLOS itu untuk mematuhi apa yang ada di UNCLOS. Jadi intinya itu seperti yang sudah kita sampaikan,” ujar Menlu.

Tetapi, menurut Menlu Retno, saat ini pemerintah terus melakukan komunikasi, bahwa apa yang disampaikan ini adalah hal-hal yang sifatnya prinsipil yang pasti akan didukung oleh dunia internasional karena prinsip-prinsip tersebut diadopsi oleh Konvensi PBB.

Baca Lainnya : Jokowi Berikan 6.000 Paket Bantuan untuk Korban Longsor Bogor

“Merupakan kewajiban terutama bagi parties dari convention tersebut untuk tunduk mengimplementasikan artikel-artikel, prinsip-prinsip yang ada di UNCLOS 1982,” terang Menlu.

Terkait dengan komunikasi itu, menurut Menlu, Dubes RRT di Jakarta akan bertemu dengan Direktur Jenderal Asia Pasifik Afrika Kementerian Luar Negeri.. 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

KKP Bentuk Gugus Tugas Pengendalian Penyakit Ikan Nasional

Peristiwa   02 Juli 2020 - 18:53 WIB
Bagikan:          
Bagikan: