Pemberian HGU Tanpa Kontrol Penyebab Longsor di Sukajaya Bogor

TrubusNews
Binsar Marulitua
06 Jan 2020   06:31 WIB

Komentar
Pemberian HGU Tanpa Kontrol Penyebab Longsor di  Sukajaya Bogor

Presiden Jokowi berdiskusi dengan Kepala BNPB Doni Monardo di atas helikopter menuju lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya, Bogor, Minggu (5/1) pagi. Meski tidak berhasil mendarat karena cuaca buruk, Presiden Jokowi memanfaatkan perjalanannya untuk berdiskusi mengenai pencegahan longsor. (Foto : BPMI Setpres/Laily Rachev)

Trubus.id -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo agar menanami lereng gundul di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), dengan  tumbuhan vertiver. Hal tersebut sebagai pencegahan bencana longsor urung terulang pada kawasan tersebut. 

Perihal instruksi  tersebut disampaikan Tenaga Ahli Bidang Media Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Egy Massadiah saat menyinggung diskusi Jokowi dengan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam perjalanan di dalam helikopter Super Puma L-2 AS-332.

 Cuaca buruk disekitar kawasan terebut membuat helikopter Super Puma L-2 AS-332 yang ditumpangi Jokowi gagal mendarat dan kunjungan dibatalkan.

"Pak Doni, apa yang harus dilakukan (untuk mencegah longsor),” kata Jokowi
 
Spontan Doni menjawab," Kembalikan fungsi lahan dengan menanam vertiver, Pak Presiden.” jelas Doni.
 
Vertiver adalah jenis tanaman yang dikenal dengan nama akar wangi atau narwastu. Tanaman ini adalah sejenis rumput yang berasal dari India. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Poaceae dan masih sekeluarga dengan sereh atau padi.
 
Sekalipun berjenis rumput, tetapi  memiliki akar yang menghunjam hingga kedalaman dua sampai dua-setengah meter. Tak pelak, vertiver menjadi pilihan terbaik untuk ditanam di lahan bekas HGU yang telah digunduli, tanpa reboisasi.
 
"Ribuan lokasi bekas HGU, pohonnya sudah ditebangi dan ditinggal begitu saja," ungkap Doni.

Mantan Komandan Paspampres itu menyampaikan ke Jokowi bahwa sisa-sisa akar pohon yang ditebang, kemudian membusuk dan saat musim hujan tiba dengan curah yang tinggi mengakibatkan rongga tanah rentan longsor. Rumah rumah penduduk  dengan mudah dan singkat dilumat arus lumpur longsoran yang deras.
 
Akar wangi, atau vertiver, lanjut Doni adalah pencegah longsor terbaik.

"Bioteknologi vertiver sudah diujicoba dan mendapat pengakuan World Bank bahkan PBB. Di banyak tempat dan negara, tanaman ini sudah dikenal luas sebagai tanaman pencegah longsor,” ujar Doni, fasih.
 
Kemudian Jokowi memerintahkan Doni Monardo segera melakukan penanaman vertiver di area gundul, utamanya di lereng-lereng pegunungan.
 
Untuk itu, Doni diminta melibatkan anggota TNI yang punya kualifikasi panjat tebing, termasuk kelompok Wanadri kelompok pendaki gunung yang memiliki keahlian mendaki.
 
Tahap awal, menurut Doni saya siapkan 100 ribu bibit akar wangi, Bapak Presiden,” ujarnya.
 
Tak pelak, Doni mendapat 'PR' agar menanam di daerah dengan tingkat kemiringan tertentu yang dalam kondisi gundul dan rawan longsor.
 
Doni menyebut, bukan satu-dua lokasi saja, melainkan terdapat ribuan titik rawan longsor di Tanah Air.  

Itu semua diawali dengan pemberian HGU kepada perusahaan tanpa kontrol serta kewajiban menghijaukan kembali lahan HGU diabaikan dan telah digunduli semena mena.
 
Penggundulan itu sudah terjadi 10 hingga 20 tahun yang lalu, dan tahun-tahun ini baru berdampak longsor.

Dengan adanya instruksi presiden untuk menanam akar wangi tadi, diharapkan ke depan tragedi longsor bisa dikurangi, atau bahkan dicegah sama sekali.
 
"Di sela-sela tanaman akar wangi, akan diseling tanaman keras seperti sukun, aren dan alpukat. Selain punya nilai ekologis, juga punya nilai ekonomis,” ujar Doni.

 

Sebagai tambahan informasi, setiba di Atang Sanjaya, Jokowi memerintahkan Menteri PU dan Perumahan Rakyat langsung menuju Kecamatan Sukajaya melalui jalur darat untuk memastikan peralatan berat berfungsi optimal sehingga akses menuju dan ke Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dapat dibuka.
 
Kementerian PUPR mencatat ada enam desa di Kecamatan Sukajaya yang terisolir akibat jalan akses tertutup longsor yakni Desa Kiarasari, Kiara Pandak, Urug, Cisarua, Cileuksa dan Pasir Madang.

Menteri Basuki sejak (4/1/2020) sesuai arahan Presiden telah mengirimkan 6 alat berat ke lokasi longsor, yaitu 6 execavator, 1 loader, dan 1 buildozer. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

7 Provinsi dan 41 Pemkab Tetapkan Siaga Darurat Covid-19

Peristiwa   01 April 2020 - 08:41 WIB
Bagikan:          
Bagikan: