Bekasi Dilanda Banjir Parah, BNPB Jadikan Gudang Logistik Jatiasih Sebagai Posko Pengungsian

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Jan 2020   12:07 WIB

Komentar
Bekasi Dilanda Banjir Parah, BNPB Jadikan Gudang Logistik Jatiasih Sebagai Posko Pengungsian

Kondisi di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (4/1/20) (Foto : Biro Humas BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggunakan gudang logistik Jatiasih sebagai pos pengungsi korban banjir daerah sekitar Jatiasih. Gudang BNPB yang berada di Jalan Pondok Gede Permai, RT.009/RW.003, Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus WIbowo mengungkapkan bahwa perumahan Pondok Gede Permai (PGP) merupakan salah satu wilayah yang paling parah diterjang banjir di awal tahun 2020.

“Banjir menerjang mulai pukul 11.00 WIB, air mengalir secara cepat dan menghanyutkan benda-benda yang ada seperti motor, mobil bahkan bus juga hanyut. Tinggi air mencapai kurang lebih 7 meter, “di lantai 2 rumah saya tinggi air mencapai setinggi dada saya,” kata Unung salah seorang warga RT 2 RW 8 PGP yang terdampak banjir.

Kompleks PGP terdiri dari 3 RW yaitu RW 8, RW 9 dan RW 10. Jumlah penduduk 5.456 orang (1.364 KK). Wilayah PGP merupakan pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi dan merupakan cekungan yang sangat rawan banjir. Sekeliling perumahan dibangun tanggul sekitar 3 meter.

Banjir disebabkan karena tanggul sungai jebol sehingga air mengalir cepat dan menerjang semua benda yang dilaluinya. PGP sudah sering dilanda banjir, tahun 2002, 2005, 2007, 2013, dan 2016. Tahun 2016 banjir setinggi 4 meter karena tanggul jebol juga.

“Saya pikir tahun itu (2016) adalah banjir tertinggi, ternyata tahun ini banjir jauh lebih tinggi mencapai 7 meter,” tutur Ibu Uyun.

Setelah mengalami banjir, apakah Ibu Uyun mau pindah ke tempat yang lebih aman? “Saya pasrah saja”, ucapnya.

“Karena tidak ada uang untuk pindah. Suami kerja di sini, anak-anak juga sekolah di sini. Rumah juga tidak laku kalau di jual,” jawab serentak Ibu Uyun dan Ibu Rini yang juga warga PGP.

Keduanya berharap pemerintah Kota Bekasi memperbaiki dan memperkuat tanggul agar tidak terjadi banjir di masa depan.

Masalah klasik “tidak ada biasa untuk pindah ke tempat yang aman” tidak hanya untuk kasus banjir, hampir semua korban bencana mengatakan hal tersebut. Ini merupakan tugas berat bagi BNPB, pemerintah dan kita semua, karena bencana adalah urusan bersama.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Jokowi Ingatkan Target Penurunan Gas Rumah Kaca Indonesia

Peristiwa   07 Juli 2020 - 16:02 WIB
Bagikan:          

New Normal, Wisma Hijau Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Peristiwa   07 Juli 2020 - 17:27 WIB
Bagikan:          
Bagikan: