BMKG Tak Larang Rayakan Tahun Baru di Pantai Asal...

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Des 2019   17:30 WIB

Komentar
BMKG Tak Larang Rayakan Tahun Baru di Pantai Asal...

BNPB menggelar Refleksi Akhir Tahun di Kantor BNPB, Senin (30/12/19) (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Tsunami yang melanda Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu memang sudah setahun berlalu. Tsunami senyap yang terjadi akibat letusan Gunung Anak Krakatau membuat banyak orang trauma untuk menggelar acara di pinggir pantai. Terlebih pantai menjadi salah satu tempat favorit merayakan malam pergantian tahun. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, tak melarang masyarakat merayakan tahun baru di pantai.

"Kami tidak melarang perayaan tahun baru di pantai, tidak. Tetapi kami memberikan informasi bahwa ada potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Sehingga jika ada aktivitas di pinggir pantai mulai dari pagi sampai siang, Insya Allah cuaca masih aman, biasanya mulai ekstrem itu menjelang sore," kata Dwikorita ketika menghadiri Refleksi Akhir Tahun di Kantor BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Senin (30/12/19).

Selain itu, Dwikorita mengimbau masyarakat yang akan merayakan tahun baru di pantai untuk selalu memonitor informasi terbaru melalui Info BMKG. Kepala BMKG juga menyarankan aktivitas perayaan tahun baru sebaiknya tidak dilakukan di bibir pantai atau membelakangi pantai terutama pada malam hari. "Perhatikan radius atau zona aman minimal 200 meter dari bibir pantai. Jadi ini bukan melarang tapi masyarakat diminta untuk beradaptasi dengan kondisi musim saat ini," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengingatkan masyarakat yang akan merayakan tahun baru di pantai untuk tetap waspada dan selalu memperhatikan keadaan cuaca.

"Ketika merasakan ada gempa dengan durasi yang relatif lama dari biasanya, maka jangan menunggu peringatan, baik dari televisi atau dari manapin, jadi harus inisiatif. Kemudian masyarakat juga harus tahu bangunan di kawasan pantai konstruksinya tahan gempa atau tidak. Jika tidak, apapun risikonya begitu ada gempa besar, masyarakat harus segera menyelamatkan diri. Usahakan getaran gempa pada detik ke lima, masyarakat harus sudah berada di luar rumah. Jika gempa besar, berpotensi tsunami, masyarakat jangan menunggu pemberitahuan, carilah lokasi yang lebih tinggi," tegas Doni.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: