Jember Tetapkan KLB Hepatitis A

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Des 2019   08:00 WIB

Komentar
Jember Tetapkan KLB Hepatitis A

Ilustrasi - Hepatitis A (Foto : shutterstock)

Trubus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit hepatitis A seiring dengan meningkatnya jumlah kasus tersebut di Jember. Hepatitis A atau peradangan hati disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jember tercatat sejak 16 November hingga 25 Desember 2019 telah ditemukan sebanyak 217 kasus dengan rincian sebanyak 82 kasus sudah terkonfirmasi sebagai hepatitis A, sedangkan sebanyak 135 kasus belum terkonfirmasi dari laboratorium.

"Kami putuskan status KLB hepatitis A sejak 26 Desember 2019 di Jember dan KLB bukan aib, sehingga harus disampaikan kepada masyarakat kalau ada peningkatan kejadian kasus penyakit itu, sehingga masyarakat diharapkan selalu waspada," jelas Bupati Jember Faida kepada Antaranews, Jumat (27/12/19).

Kasus hepatitis A sejak bulan September 2019 (minggu ke-36 hingga minggu ke-40) sebanyak 21 kasus, kemudian pada Oktober 2019 (minggu ke-41 hingga minggu ke-44) sebanyak 16 kasus, selanjutnya pada November 2019 (minggu ke-45 hingga minggu ke-48 sebanyak 78 kasus), dan pada Desember 2019 (minggu ke-49 hingga minggu ke-52 tercatat sebanyak 102 kasus).

"Kami berharap penyebaran penyakit hepatitis A dapat diatasi bersama. Penularan penyakit hepatitis A karena faktor makanan dan alat makan," ucap Faida.

Pihaknya menjelaskan, penyebaran penyakit hepatitis A terbanyak di wilayah kampus yang berada di Kecamatan Sumbersari karena banyak penjual makanan di sana, sehingga Dinkes Jember melakukan screening untuk memantau penjaja makanan, agar mereka bisa menjual makanan secara higienis.

"Kami juga akan mendistribusikan air bersih di wilayah tersebut dan memantau perilaku hidup sehat mahasiswa dan masyarakat yang berada di daerah positif hepatitis A," tambahnya.

Dilihat dari wilayah persebarannya, tempat tinggal pasien Hepatitis A yang terdata tersebar di 19 wilayah Puskemas yakni Puskesmas Sumbersari mencatatkan angka tertinggi pasien Hepatitis A yaitu sebanyak 79 orang, kemudian Puskesmas Sukowono (44) dan Mangli (31) menempati urutan kedua dan ketiga.

Penyakit Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV), virus itu menular melalui fecal-oral, yaitu melalui makanan atau minuman yang tercemar hepatitis A dan biasanya ditularkan oleh lalat yang menghinggapi tinja penderita hepatitis A.

Ciri-ciri penderita hepatitis A biasanya diikuti dengan demam yang tinggi, lesu dan lelah, mual dan muntah, tidak nafsu makan, mata dan pangkal kuku berwarna kuning, serta air kencing berwarna pekat.

"Saya imbau agar masyarakat segera memeriksakan kesehatannya jika menemui tanda-tanda dan gejala hepatitis A, serta turut menjaga kebersihan lingkungan, menjaga makanan dan minuman, serta memberlakukan pola hidup sehat," ujarnya.

Diakui Faida, agar penularan hepatitis A tidak kian meluas, Pemkab Jember meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama memperhatikan ketersediaan air bersih serta pengelolaan limbah dengan cara yang benar, serta yang tak kalah pentingnya agar warga menjaga kebersihan jamban harus memenuhi standar kesehatan.

"Budayakan mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, sebelum memasak dan menghidangkan makanan, setelah buang air besar dan kecil dan berbagai kegiatan lainnya. Tidak kalah pentingnya adalah mengolah makanan dan minuman dengan baik dan sehat," pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: