BNPB: Penanganan Darurat Pascabanjir Kecamatan Wasior, Papua Barat Masih Berlangsung

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Des 2019   09:00 WIB

Komentar
BNPB: Penanganan Darurat Pascabanjir Kecamatan Wasior, Papua Barat Masih Berlangsung

Rumah warga dipenuhi material pasir dan bebatuan usai direndam banjir akibat luapan Sungai Angris di Papua Barat (Foto : Biro Humas BNPB)

Trubus.id -- Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada, Senin (23/12/19) sekitar pkl.21.00 WIT menerpa Kecamatan Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat mengakibatkan sungai Angris meluap. Luapan sungai itu disebabkan oleh kayu, patahan pepohonan, lumpur serta material lainnya menutupi saluran jembatan pusat Kota, sehingga air meluap ke badan jalan sehingga mengakibatkan terendamnya sejumlah bangunan disekitar Kecamatan Wasior.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo melaporkan penanganan darurat pascabanjir di Kecamatan Wasior, Kabupaten Teluk Wondama masih berlangsung. Agus menegaskan bahwa tidak akan korban jiwa ataupun luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Dirinya memaparkan sejumlah bangunan yang terdampak banjir meliputi 62 unit bangunan terendam banjir yang disertai lumpur dengan rincian, 28 unit rumah warga, 5 unit warung makan, 6 unit usaha, 10 unit kios, 1 gudang, 2 unit fasilitas umum, 5 unit fasilitas pemerintah dan 4 unit aset pemerintah.

Baca Lainnya : Kepala BNPB Ajak Seluruh Komponen Tingkatkan Kesadaran dalan Upaya Pencegahan Bencana Alam di Sumbar

“Sejauh ini untuk kerugian masih dilakukan pendataan lebih lanjut,” kata Agus lewat keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (27/12/19).

Lebih lanjut Agus mengungkapkan bahwa bantuan logistik telah disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat kepada warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Angris di Kecamatan Wasior berupa, 70 paket pakaian, 70 dus mie instan, 48 dus air mineral. Sampai saat ini koordinasi PDB di Posko Kecamatan Wasior Kabupaten Teluk Wondama bersama Bupati Teluk Wondama, Kalaksa BPBD Teluk Wondama beserta jajaran, Dinas PUPR dan Kepala Distrik Wasior masih berlangsung.

“BNPB juga menyarankan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah setempat seperti segera melakukan normalisasi Sungai Angris maupun sungai lainnya karena cuaca ekstrem beberapa minggu ke depan berpotensi mengakibatkan bencana susulan apabila tidak diambil langkah-langkah kongkret untuk mengurangi risiko seperti segera melakukan pembenahan/perbaikan Talud (Terraserring) di daerah aliran sungai dan segera selesaikan Kelengkapan Administrasi Pemberian Dana Siap Pakai (DSP, Red) sebagai syarat mutlak pencairan Bantuan. Penyerahan Dana DSP yang diberikan bagi Pemda Kabupaten Teluk Wondama melalui BPBD Kabupaten Teluk Wondama sebesar Rp250 juta,” pungkas Agus.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Naik Jadi 2.858 Jiwa

Peristiwa   28 Feb 2020 - 12:04 WIB
Bagikan: