Gerhana Matahari Cincin Lintasi 25 Lokasi di Indonesia

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Des 2019   12:53 WIB

Komentar
Gerhana Matahari Cincin Lintasi 25 Lokasi di Indonesia

Ilustrasi - Fenomena Gerhana Matahari Cincin (Foto : Istockphoto/ DKosig)

Trubus.id -- Fenomena alam gerhana matahari cincin (GMC) akan melintasi sejumlah wilayah di Indonesia, Kamis (26/12). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada 25 kabupaten/kota di Indonesia yang akan dilintasi gerhana matahari cincin.

Fenomena gerhana matahari cincin diprediksi akan dimulai pukul 12.15 WIB, berupa gerhana matahari sebagian. Pada pukul 12.17 WIB akan memasuki fase puncak. Waktu puncak ini merupakan waktu terbaik untuk mengamati gerhana matahari cincin. Fenomena ini akan berakhir di Indonesia pada pukul 12.19 WIB.

25 kabupaten/kota yang dilintasi gerhana matahari cincin meliputi Sinabang, Singkil, Sibolga, Pandan, Tarutung, Padang Sidempuan, Sipirok, Gunung Tua, Sibuhuan, Pasir Pengaraian, Dumai, Bengkalis, Siak Sri Indrapura, Selat Panjang, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Batam, Bandan Seri Bentan, Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang, Putussibau, Tanjungselor dan Tanjungredep.

Baca Lainnya : Ada Gerhana Matahari Cincin, Bolehkah Dilihat Tanpa Alat Khusus?

Gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Saat itu, piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dibandingkan piringan matahari.

Ketika puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, yakni gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Kepala Biro Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Akhmad Taufan Maulana mengungkapkan, fenomena gerhana matahari cincin ini tak hanya melintasi sejumlah wilayah di Indonesia saja, tapi juga beberapa negara lainnya seperti Singapura, Malaysia, Srilangka, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Samudra India dan Samudra Pasifik.

"Saat puncaknya gerhana, Matahari yang terlihat dari Bumi akan terlihat seperti cincin. Ada lima fase Gerhana Matahari, yaitu saat kontak awal, kontak kedua, puncak gerhana, kontak ketiga, dan kontak akhir gerhana," tulis siaran pers BMKG, Kamis (26/12).

Baca Lainnya : Titik Lokasi Wisata Gerhana Matahari Disiapkan Lebih Awal

BMKG mengimbau kepada masyarakat yang ingin melihat fenomena Gerhana Matahari Cincin untuk tidak dalam kondisi mata telanjang. Diwajibkan menggunakan kacamata khusus saat mengamati gerhana fenomena ini.

"Warga diingatkan menggunakan kacamata dengan filter khusus untuk mengamati gerhana. Peringatan ini dimaksudkan supaya masyarakat tidak mengalami kerusakan mata hingga kebutaan," ungkap BMKG.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: