KLHK Perkuat Pengamanan Kawasan Konservasi TN Komodo dan Labuan Bajo

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Des 2019   13:00 WIB

Komentar
KLHK Perkuat Pengamanan Kawasan Konservasi TN Komodo dan Labuan Bajo

Direktur Jendral Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani saat meresmikan pengoperasian kantor Pos Gakkum serta sarana dan prasarana pendukung kegiatan operasional berupa speedboat Gakkum Komodo 1 dan Kapal Badak Laut 1 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah meresmikan pengoperasian kantor Pos Gakkum serta sarana dan prasarana pendukung kegiatan operasional berupa speedboat Gakkum Komodo 1 dan Kapal Badak Laut 1 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung Kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Komodo dan Labuan Bajo, sebagai kawasan wisata super prioritas kelas dunia,

Pengoperasian Kantor Pos Gakkum dan Speed Boat serta Kapal Patroli ini untuk patroli dan operasi pengamanan guna mendukung kawasan labuan bajo dan TN Komodo.

Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan  bahwa KLHK mempunyai komitmen yang serius dalam melakukan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutahan untuk mengamankan sumberdaya alam dan kekayaan hayati (Kehati) Indonesia. 

Baca Lainnya : KLHK dan Kemenkop UKM Berikan Apresiasi Tokoh Hutan Sosial 2019, Ini Daftar Penerimanya

Sumberdaya alam dan kehati merupakan keunggulan komparatif bagi Indonesia. Sumberdaya alam dan kehati, Seperti yang ada di Labuan Bajo dan TN. Komodo ini merupakan keunggulan komparatif kegiatan pengembangan ekowisata kelas dunia.

Karena tidak ada negara lain yang memiliki potensi wisata seperti TN Komodo ini, keindahan taman laut dan pantainya, serta habibat dari satwa eksotik Komodo yang hanya ada satu-satu di dunia.

“Untuk itu Kawasan dan Warisan Dunia “Seven Wonders” yang ada ini harus kita jaga dari tindakan yang dapat merusak keutuhan dan kelestariannya. Kawasan ini menjadi perhatian dunia. Kita harus menyadartahukan masyarakat pentingnya kawasan ini. Dan melakukan tindakan tegas kepada pelaku-pelaku perusakan lingkungan disini. Kalau sudah terjadi perusakan, kita akan kehilangan keunggulan komparatif ekowisata kita, serta tidak akan mungkin mengembalikan pada kondisi sebelumnya” tegas Rasio Sani.

Rasio menambahkan pengamanan kawasan Labuan Bajo dan TN Komodo merupakan prioritas KLHK. Pos Gakkum KLHK di Labuan Bajo ini satu-satunya yang berada di luar ibukota provinsi. 

“Kami akan menempatkan petugas-petugas di sini untuk bekerja sama dengan penegak hukum lainnya dan Pemda Manggarai Barat untuk bersama-sama mengamankan kawasan ini”, tandas Rasio.

Baca Lainnya : KLHK Gali Kebenaran Tahu dan Telur Terkontaminasi Dioxin di Jawa Timur

Sementara itu Sustyo Iriono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK mengatakan bahwa Saat ini berbagai potensi ancaman dan gangguan terhadap lingkungan hidup dan kehutanan Labuan Bajo dan sekitarnya antara lain perburuan rusa, perusakan terumbu karang dan ancaman terhadap komodo.

“Keberadaan pos gakkum KLHK dan sarana pendukung ini harus mampu mengurangi ancaman kejahatan-kejahatan lingkungan dan kehutanan secara langsung baik yang terjadi dalam kawasan maupun di luar kawasan yang bisa mempengaruhi eksistensi keberadaan Taman Nasional Komodo,” tambah Sustyo Iriono. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Jokowi Ingatkan Target Penurunan Gas Rumah Kaca Indonesia

Peristiwa   07 Juli 2020 - 16:02 WIB
Bagikan:          

New Normal, Wisma Hijau Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Peristiwa   07 Juli 2020 - 17:27 WIB
Bagikan:          
Bagikan: