Menteri Airlangga Dorong KKP Budidaya Benih Lobster

TrubusNews
Binsar Marulitua
21 Des 2019   14:00 WIB

Komentar
Menteri Airlangga Dorong KKP Budidaya Benih Lobster

ilustrasi Benih lobster (Foto : Humas KKP)

Trubus.id -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan kepada Mentari Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo agar lobster bisa dibudidaya seperti komoditas laut lainnya seperti ikan dan udang.

"Sama seperti ikan dan udang, lobster yang kami dorong budi daya,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20 Desember 2019). 

Airlangga menjelaskan, potensi hidup lobster yang telah dibudidaya lebih besar dibandingkan benih lobster yang hidup di alam. Meski demikian, ia tidak menegaskan, apakah mendukung atau setuju dengan ekspor benih lobster. 

Selain mengusulkan benih lobster untuk dibudidaya, dia juga meminta Edhy Prabowo untuk menghitung dahulu usia lobster yang bisa diekspor maupun lobster yang harus dibudidaya di alam. 

Baca Lainnya : Ekspor Benih Lobster Dinilai Berdampak Negatif Bagi Perekonomian Nasional

Menurut dia,  KKP masih mengkaji terkait masalah budidaya dan usia lobster yang dapat dieskpor.

“Saya bicara dengan Pak Edhy, ini sedang dikaji, termasuk untuk budidaya-nya," tambahnya.

Polemik berawal ketika Edhy mempertimbangkan untuk mengizinkan ekspor benih lobster. Padahal, ekspor benih lobster dilarang oleh menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti lewat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 diatur tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan Dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

Baca Lainnya : Jokowi Angkat Bicara Terkait Polemik Ekspor Benih Lobster

Edhy menjelaskan ekspor yang dimaksudkannya yakni ketika usaha usaha pembesaran benih lobster itu sudah jadi. Wacana ekspor benur atau benih lobster itu juga dilakukan selama di Indonesia masih ada pihak yang melakukan proses pengembangbiakan dan pembesarannya.

Oleh karena itu, menurut dia, ekspor seharusnya tak dihalang-halangi. “Kan itu intinya (harus ada pelaku pembesarannya). Tapi kita ini terbiasa melihat ujungnya saja lalu ditentang, tidak melihat isinya (wacana ekspor itu),” ujar Menteri Edhy pada 19 Desember 2019.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: