Kunjungi UPT Kementan, Delegasi Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh Tertarik Impor Semen Beku Indonesia

TrubusNews
Astri Sofyanti
19 Des 2019   22:00 WIB

Komentar
Kunjungi UPT Kementan, Delegasi Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh Tertarik Impor Semen Beku Indonesia

Kunjungan delegasi Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh ke UPT Kementan (Foto : Biro Humas Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Delegasi Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh melakukan kunjungan ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementeriam Pertanian di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Keswan (Ditjen PKH). Usai melakukan kunjungan, Delegasi Bangladesh tertarik untuk melakukan impor semen beku dari Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh perwakilan delegasi Bangladesh Hossan MD. Salim ketika melakukan courtesy meeting di Kantor Ditjen Peternakan dan Keswan. Sebelumnya, Delegasi Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh telah mengunjungi Koperasi Peternakan Sapi Perah Bandung Utara (KPSBU) dan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, sedangkan pada hari Rabu pagi mereka mengunjungi Balai Embrio Transfer (BET) Cipelang.

Ketika berada di BIB Lembang, Delegasi Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh tertarik dengan semen beku kambing perah dan sapi perah yang diproduksi oleh BIB Lembang. “Iklim Bangladesh mirip dengan iklim indonesia sehingga jika kami impor semen beku dari Indonesia, kami yakin dapat berhasil”, ungkap Joint Secretary Ministry of Fisheries and Livestock Dhaka, MD Abdur Razzaq.

Terkait keinginan tersebut, BIB Lembang akan menindaklanjutinya dengan memberikan prasyarat yang dibutuhkan untuk impor semen beku.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono, ketika menerima kunjungan tersebut berharap agar kunjungan dari Delegasi Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh dapat membuka kesempatan kerjasama antar kedua negara.

“Semoga keinginan Bangladesh ini dapat diwujudkan dan menjadi kesempatan berharga bagi Indonesia untuk memasarkan produk semen bekunya ke dunia internasional,” ucapnya.

Delegasi Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh juga tertarik untuk impor embrio dari Indonesia meskipun sampai saat ini masih menunggu Peraturan Pemerintah tentang tariff Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang masih dalam proses pembahasan.

Merespon hal tersebut, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita mengatakan bahwa ia menyambut baik rencana kerjasama tersebut.

“Banyak peluang yang bisa didapat dengan adanya kunjungan dari Bangladesh ini, misalnya peluang ekspor semen beku dan embrio ataupun kesempatan memberikan pelatihan bagi pegawai teknis peternakan dari Bangladesh. Ini merupakan peluang dan kesempatan kita untuk go Internasional” ungkapnya.

Sembilan orang delegasi Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh ini merupakan kelompok keempat yang mengunjungi Indonesia pada tahun 2019. Hal ini terlaksana karena para delegasi sebelumnya menganggap Indonesia mempunyai teknologi peternakan yang lebih berkembang dibanding Bangladesh, oleh karena itu pemerintah Bangladesh mengirimkan 33 orang tenaga teknis peternakannya yang dibagi kedalam empat kelompok ini. Peternakan di Bangladesh merupakan alat utama pengurangan kemiskinan dan pemberdayaan perempuan, sehingga pemerintah Bangladesh terus berusaha untuk meningkatkan hasil peternakannya, salah satunya dengan belajar ke negara-negara yang misalnya Indonesia.

Kunjungan delegasi Kementerian Perikanan dan Peternakan Bangladesh kali ini merupakan bagian kegiatan Livestock & Dairy Development Project (LDDP), suatu program peningkatan kapasitas dari pemerintah Bangladesh yang didanai oleh Bank Dunia.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: