Nelayan Temukan Ikan Oarfish di Selayar, Benarkah Pertanda Gempa Dan Tsunami?

TrubusNews
Binsar Marulitua
11 Des 2019   07:00 WIB

Komentar
Nelayan Temukan Ikan Oarfish  di Selayar, Benarkah Pertanda Gempa Dan Tsunami?

Nelayan di perairan Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan berhasil mendapatkan ikan oarfis (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Nelayan di perairan Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan berhasil mendapatkan ikan oarfish. Narasi kemunculan ikan yang tinggal di dasar laut ini ramai diperbincangkan warganet karena dikaitkan sebagai pertanda akan terjadinya bencana gempa besar dan tsunami 

Ikan tersebut panjangnya sekitar 3 meter, berwarna cantik dengan bintik hitam dan merah pada siripnya.

Salah satu yang mengaitkan oarfish dengan bencana adalah kepercayaan masyarakat Jepang. Legenda di Jepang, oarfish muncul untuk membawa pesan dari dasar laut. Mereka mengaitkan perilaku binatang yang tidak lazim dengan pertanda akan terjadi gempa kuat.

Mengklarifikasi hal tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah kabar bahwa munculnya ikan oarfish atau ikan laut dalam di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, merupakan pertanda akan terjadinya gempa dan tsunami.

"Hasil kajian statistik terbaru mengungkap bahwa jenis ikan laut dalam seperti oarfish yang muncul di perairan dangkal tidak berarti bahwa gempa akan segera terjadi," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Menurut Daryono, sejak dulu, masyarakat Jepang mengenal sebuah legenda bahwa ikan oarfish adalah pembawa pesan dari dasar laut. Mereka mengaitkan perilaku binatang yang tidak lazim itu dengan pertanda akan terjadinya gempa yang kuat. 

"Tapi, tanpa adanya penelitian ilmiah, tidak akan pernah diketahui apakah cerita rakyat tersebut fakta atau hanya legenda saja," kata Daryono.

Majalah ilmiah bergengsi, Bulletin of the Seismological Society of America (BSSA), pernah mempublikasikan kajian mengenai hubungan antara kemunculan ikan laut dalam dan gempa. Hasil kajian itu ternyata bertentangan dengan cerita rakyat yang berkembang di Jepang.

Dalam kajian itu, para peneliti hanya menemukan satu peristiwa yang dapat dikorelasikan secara masuk akal dari 336 kemunculan ikan dan 221 peristiwa gempa bumi. Oleh karena itu, kemunculan ikan oarfish bukanlah pertanda akan terjadinya gempa besar.

Menurut teori oseanografi, terangkatnya biota laut dalam ke permukaan air hingga terbawa ke pesisir berkaitan dengan fenomena upwelling. Upwelling adalah sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan.

Sejumlah penelitian menyebutkan, jika hanya ada satu atau dua ikan oarfish yang mengambang di permukaan laut, kemungkinan karena ikan tersebut sakit atau sekarat. Selain itu, ada faktor lain yang memicu ikan muncul ke permukaan laut, seperti mengikuti arus laut.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: