Tuan Rumah COP 26, Inggris Tawarkan Bantuan Finansial ke Indonesia Gapai Target NDC

TrubusNews
Binsar Marulitua
07 Des 2019   16:00 WIB

Komentar
Tuan Rumah COP 26, Inggris Tawarkan Bantuan Finansial ke Indonesia Gapai Target NDC

Wamen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong  berjabat tangan bersama Calon Presiden UNFCCC COP 26 Claire O’Neill Perry (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Calon Presiden UNFCCC COP 26 Claire O’Neill Perry  menyatakan Inggris mendukung upaya Indonesia dalam pencapaian National Determined Contribution (NDC). Negeri Britania Raya tersebut akan menggandeng Italia menjadi tuan rumah COP 26 yang akan digelar di Glasgow pada tanggal 9-19 November 2020.

"Saya atas nama Pemerintah Inggris sangat mengapresiasi upaya Indonesia dalam merestorasi dan merehabilitasi gambut serta upaya untuk mencapai pengelolaan sawit berkelanjutan dalam rangka penurunan emisi dari sektor lahan", demikian ujar O’Neill dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/7/2019).

Wamen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong  menyatakan bahwa, Indonesia bersedia hadir di Pre-COP tersebut sekaligus untuk menunjukkan capaian Indonesia dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pemerintah Indonesia akan menggunakan kesempatan Pemerintah Inggris ini  untuk meningkatkan capaian NDC. 

Baca Lainnya : KLHK dan Kemenkop UKM Berikan Apresiasi Tokoh Hutan Sosial 2019, Ini Daftar Penerimanya

Terkait dengan upaya penurunan emisi di sektor lahan dan energi, Inggris menawarkan bantuan teknis dan finansial ke Indonesia untuk merestorasi gambut dan melakukan transisi energi dari penggunaan batubara ke energi baru dan terbarukan.

Wamen LHK menyambut baik tawaran Pemerintah Inggris ini dan akan menggunakan kesempatan kolaboratif ini untuk meningkatkan capaian NDC. 

Indonesia yang memiliki lahan gambut tropis terbesar di dunia sangat berkepentingan dengan kelestarian pengelolalannya dan gambut menjadi faktor penting dalam upaya pencapaian NDC serta peningkatan NDC Indonesia.' kata Wamen di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim di Madrid pada hari Jumt'at, 6 Desember 2019.

Lebih lanjut Wamen LHK menyatakan keyakinannya bahwa negara-negara berkembang akan dapat mencapai NDC-nya, terutama jika mendapatkan bantuan dari negara-negara maju.

Wamen juga menginformasilan telah dibentuk International Tropical Peatland Center (ITPC) di Indonesia sebagai bagian dari kerja sama Selatan-Selatan. Untuk itu Indonesia mengundang Inggris untuk dapat berpartisipasi dalam mendukung keberadaan ITPC tersebut.

Inggris menyambut baik tawaran Indonesia karena memang akan membantu Indonesia dalam upaya penyelamatan gambut. Diinformasikan pula Indonesia juga menyatakan bahwa telah diinisiasi pembentukan Pusat Mangrove Dunia di Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan penurunan emisi dari lahan.

Pemerintah Inggris menyambut baik usulan Indonesia untuk menjadikan COP-26 sebagai ajang untuk membahas lebih lanjut isu Blue Carbon mengingat COP-25 saat ini dinyatakan sebagai Blue COP oleh Pemerintah Chile sebagai presiden.

Baca Lainnya : KLHK Telah Reekspor 883 Kontainer Sampah Plastik

Terkait dengan penurunan emisi di bidang energi, Pemerintah Inggris menawarkan bantuan untuk proses transisi Indonesia dari batubara ke energi baru dan terbarukan. Inggris menyatakan bahwa proses transisi yang dilakukan oleh negaranya menuju zero-coal energy generation merupakan proses yang sangat berat dan painful.

Berkaca dari pengalaman Jerman, Ms. Claire O’Neill yang juga mantan Menteri Energi, menyatakan bahwa proses-proses transisi energi menuju energi bersih pada umumnya memerlukan proses yang panjang dan berliku. Tetapi, Inggris ingin menularkan pengalamannya, dan juga pengalaman negara lain di Eropa, ke Indonesia agar Indonesia dapat melakukan transisi ke energi baru dan terbarukan dengan lebih baik. 

Dalam hal ini Wamen LHK menyambut baik tawaran Inggris dan menyatakan siap untuk bekerja sama dalam melakukan transisi tersebut. Lebih lanjut Wamen menyatakan bahwa Indonesia telah memiliki Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang juga memuat langkah-langkah transisi energi tersebut.

Kedua pejabat tersebut juga menyinggung pembahasan Article 6 Paris Agreement yang manjadi fokus COP25 saat ini. Terhadap pertanyaan atas sikap Indonesia, Wamen LHK menekankan,

"mari bersama-sama berjuang agar Article 6 bisa selesai pada COP25 ini, karena kalau tidak akan menganggu pelaksanaan dan capaian NDC masing-masing negara".pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: