Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

TrubusNews
Thomas Aquinus
06 Des 2019   16:30 WIB

Komentar
Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Bambang Ismawan pendiri Majalah Trubus. (Foto : Trubus.id/Iman)

Trubus.id -- Terbit perdana pada bulan Desember 1969, Majalah Trubus yang menginjak usia ke-50 tahun dengan 601 edisi yang tanpa berhenti terbit menyimpan sejarah tantangan perjuangan Bambang Ismawan pendiri Majalah Trubus yang saat itu nekat dengan komitmenya mendirikan majalah pertanian untuk memberdayakan para petani di Indonesia. 

Dikatakan Bambang Ismawan, Majalah pertanian Trubus diterbitkan untuk menjawab pertanyaan, mengapa di negeri agraris Indonesia tidak ada media pertanian.

“Trubus diterbitkan kaum milenial tempo dulu, tidak punya cukup dana, pengetahuan pertanian dan keterampilan mengelola terbatas, serta didera berbagai kesulitan usaha. Modal utama yang dimiliki adalah komitmen yang konsisten dan bondo nekat mau mengisi kekosongan informasi bagi pembangunan pertanian di negeri tercinta ini”, katanya saat memberikan sambutan peringatan 50 Tahun Majalah Trubus di ICE BSD beberapa waktu lalu. 

Baca Lainnya : Lima Puluh Tahun Majalah Trubus Selalu Lahir Kembali Tiap Bulannya

Perjalanan Majalah Trubus tidak semanis yang dibayangkan, kerap beberapa kali mengalami “kapal goyah” namun komitmen memajukan pertanian di Indonesia melalui media terus dipertahankan hingga mencapai break even point, dan selanjutnya menghasilkan surplus.

Dijelaskan Bambang Ismawan,  untuk menutup kerugian saat itu dirinya melakukan diversifikasi usaha dengan menerbitkan buku-buku dan membuka toko pertanian dan berhasil mensubsidi kerugian majalah Trubus. 

Baca Lainnya : Hadiri Trubus Agro Expo, Dirjen Hortikultura: Trubus Bangkitkan Inspirasi dan Peluang Bagi Petani Indonesia

Namun tindakan tersebut dinilai aneh oleh suatu jurnal terbitan Amerika Serikat Asian Politics and Policy, published by Wiley Periodical, Inc. A Review of Policy Practice, pada tahun 2013 berjudul Doing Well by Doing Good: Turning People's Enterprises Around. Dilaporkannya, tindakan diversifikasi biasanya dilakukan ketika suatu usaha sukses dan menghasilkan laba, namun berbeda dengan kasus Trubus yang justru sedang merugi.

“Kami berlayar berdasarkan masalah berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan sesuatu yang prospek. Karena banyak sekali petani setelah baca Trubus mereka menanyakan dimana membeli pupuk, obat-obatan, benih. Maka kita mulai membangun Toko Trubus”, kata Bambang Ismawan menjawab laporan tersebut. 

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Bina Swadaya, Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa majalah Trubus tiap bulannya selalu lahir kembali dan tidak pernah tua. 

“Majalah Trubus tidak berumur 50 tahun dalam arti sudah tua. Majalah Trubus itu umurnya satu bulan dan selalu lahir kembali tiap bulan selama 601 kali. Karena tidak pernah majalah Trubus sama tiap edisinya”, ujarnya. 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: