Penularan Hepatitis A di Depok Capai 262 Kasus, Kemenkes Tetapkan KLB

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Des 2019   09:30 WIB

Komentar
Penularan Hepatitis A di Depok Capai 262 Kasus, Kemenkes Tetapkan KLB

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Penularan Hepatitis A di Depok, Jawa Barat, kian meluas. Kementerian Kesehatan (kemenkes) melaporkan jumlah kasus yang diidentifikasi sebanyak 262 kasus sejak pertama kali kasus Hepatitis A di temukan di Depok pada 12 November hingga awal Desember 2019.

Hepatitis A adalah infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A, yang menular melalui makanan dan minuman terkontaminasi virus serta kontak langsung dengan orang yang mengalami infeksi.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengungkapkan, kasus Hepatiti A pertama kali ditemukan di SMP 20 Depok, masyarakat sekitar sekolah tersebut dan santri Pesantren Petik yang lokasinya dekat SMPN 20 Depok.

“Sampai 3 Desember kemarin, Hepatitis A yang teridentifikasi mencapai 262 kasus,” terang Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (4/12).

Baca Lainnya : Kemenkes Pastikan, Tak Ada Kasus Baru Hepatitis A di Pacitan

Diakui Anung, total ada 262 orang yang diduga memiliki gejala dan tanda infeksi virus Hepatitis A serta 171 orang yang menurut hasil pemeriksaan imunoglobulin M dan imunoglobulin G menunjukkan indikasi terinfeksi virus tersebut.

Sehubungan dengan peningkatan kasus Hepatitis A tersebut, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kota Depok telah merespon cepat dengan melakukan penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) penularan Hepatitis A.

Baca Lainnya : Kemenkes dan Kemenparekraf Resmi Luncurkan Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran

Tim Gerak Cepat (TGC) dari Kementerian Kesehatan RI, Dinkes Provinsi Jawa Barat dan Dinkes Kota Depok, masih terus melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk mengurangi jumlah penderita dan mencegah kematian serta mendapatkan informasi cepat, tepat dan akurat terkait kasus-kasus baru.

Untuk itu, Anung mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, sebelum makan dan setelah buang air untuk mencegah penularan virus tersebut.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: