Stok Beras untuk Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Aman, Mentan Syahrul: Tahun Depan Kita Siap Ekspor

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Des 2019   08:30 WIB

Komentar
Stok Beras untuk Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Aman, Mentan Syahrul: Tahun Depan Kita Siap Ekspor

Presiden Jokowi dan Mentan Syahrul ketika meninjau stok beras (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan kebutuhan beras nasional dalam rangka menyambut Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 dalam kondisi aman. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut, kepastian ini didukung dengan angka cadangan beras saat ini yang mencapai 4.776.000 ton.

"Jadi kebutuhan natal dan tahun baru saya pastikan aman. Kami juga sudah mengantisipasi dan melakukan validasi data dari kesiapan-kesiapan panen," kata Syahrul usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/12).

Dirinya mengatakan, kebutuhan beras juga akan terjamin karena secara perlahan panen raya akan berlangsung pada akhir Desember tahun ini hingga memasuki masa puncak pada April 2020. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki stok beras yang baru.

"Apalagi pada Januari nanti, kami prediksi akan terjadi stok beras baru sebanyak 16.000 ton. Lalu pada bulan Februari sebanyak 576.000 ton dan puncak panen raya pada bulan Maret menuju April, kurang lebih mencapai 4.255.000 ton," bebernya.

Baca Lainnya : Dorong Pembangunan Pertanian Ke Depan, Mentan Syahrul Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Meski begitu, Syahrul meyakini bahwa Indonesia sempat memiliki kekurangan beras sebanyak 1.241.000 ton pada periode November 2019. Kekurangan ini disimpulkan dari data produksi beras yang hanya 1.233.000 ton. Sedangkan perkiraan kebutuhan beras mencapai 2.474.000 ton.

"Tapi, kita masih punya cadangan sebanyak yang saya sebutkan tadi," tambah Mentan.

Di samping kebutuhan dalam negeri, Syahrul mengatakan bahwa Presiden Jokowi dalam kesempatan rapat terbatasnya menginstruksikan Kementerian terkait agar melalukan ekspor beras ke sejumlah negara.

"Tadi ada perintah dari bapak Presiden, bahwa saya diminta untuk persiapkan ekspor beras sehingga Indonesia ini tidak hanya melihat impor. Tahun ini dipersiapkan beras premium (untuk ekspor). Insyaallah, per Januari akan dilakukan persiapan," jelasnya.

Baca Lainnya : Mentan Syahrul Minta IPB Kawal Pertanian Berbasis Sains dan Teknologi

Menurut Syahrul, beras yang akan diekspor rencananya berjumlah 100.000 sampai 500.000 ton meliputi bibit, irigasi dan lahan. Di samping itu, ada juga persiapan diplomasi dagang yang menjadi bagian penting pada proses ekspor. Ia optimistis proses ini bisa dilakukan pada awal Maret 2020.

"Dalam pikiran saya, semua negara akan dijajaki dulu. Yang jelas, kita harus bisa bersaing dengan beras-beras yang ada dari negara lain. Walaupun sampai sejauh ini belum ada komunikasi yang lebih teknis dengan negara tujuan ekspor. Saya mohon waktu," ucap Syahrul lagi.

Untuk itu, Syahrul memastikan pemerintah akan menyesuaikan regulasi ongkos produksi dengan penyesuaian logistik dan distributor. Dalam hal ini, dia berharap pengusaha swasta dapat mengambil peranan pada peningkatan nilai ekspor beras.

"Ya kalau bisa pengusaha kenapa mesti pemerintah, Siapa pun menurut saya, mau BUMN atau siapa saja yang penting kita ekspor," tutupnya.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Warga Mekarsari Antusias Dalam Memanfaatkan Wastafel Portabel

Peristiwa   01 April 2020 - 21:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: