Kenaikan Gabah Dongkrak Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian pada November 2019

TrubusNews
Binsar Marulitua
02 Des 2019   19:30 WIB

Komentar
Kenaikan Gabah Dongkrak Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian pada November 2019

ilustrasi buruh perontok gabah (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2019 mencapai 104,10 atau naik 0,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,31 persen lebih tinggi daripada kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,26 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan pada November2019, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (2,34 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. 

Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (3,07 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

"Pada November 2019 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,29 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan," jelas Suhariyanto di Kantor BPS ,Jakarta, Senin (2/12/2019). 

Baca Lainnya : 57 Kota Indonesia Catat Inflasi Mencapai 0,14 Persen pada November 2019, Komoditas Ini Penyebabnya

Suhariyanto menjelaskan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional November 2019 sebesar 113,56 atau naik sebesar 0,12 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Dari 1.588 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama November 2019, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 64,23 persen, gabah kering giling (GKG) 18,01 persen, dan gabah kualitas rendah 17,76 persen.

Selama November 2019, tambah Suhariyanto, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.098,00 per kg atau naik 1,71 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.203,00 per kg atau naik 1,64 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.619,00 per kg atau naik 2,02 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.728,00 per kg atau naik 1,88 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.656,00 per kg atau turun 1,85 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.738,00 per kg atau turun 1,88 persen.

Dibandingkan November 2018, rata-rata harga gabah pada November 2019 di tingkat petani untuk semua kualitas yaitu GKP, GKG, dan rendah masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,35 persen, 0,48 persen, dan 1,75 persen. 

Sementara itu, lanjut Suhariyanto, di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada November 2019 dibandingkan dengan November 2018 untuk semua kualitas yaitu GKP, GKG, dan rendah masing-masing juga mengalami penurunan sebesar 0,16 persen, 0,45 persen, dan 2,13 persen.

Pada November 2019, lanjut Suhariyanto, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.742,00 per kg, naik sebesar 0,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya, kualitas medium sebesar Rp9.522,00 per kg atau naik sebesar 0,93 persen, dan rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.245,00 per kg atau naik sebesar 0,03 persen.

Baca Lainnya : BPS Ungkap Bulan Mei 2019 Harga Gabah dan Beras Turun, NTP Naik

Selama November 2019, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.084 observasi beras di penggilingan pada 874 perusahaan penggilingan di 32 provinsi.

"DibandingkandenganNovember2018,rata-rata harga beras di penggilingan pada November 2019 untuk semua kualitas yaitu premium, medium, dan rendah masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,29 persen, 0,85 persen, dan 1,92 persen," pungkasnya. 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: