Mentan Syahrul Minta Semua Jajaran Kementan Dorong Ekspor Pertanian dengan Sistem Cluster

TrubusNews
Astri Sofyanti
02 Des 2019   17:00 WIB

Komentar
Mentan Syahrul Minta Semua Jajaran Kementan Dorong Ekspor Pertanian dengan Sistem Cluster

Mentan Syahrul ketika menggelar pertemuan dengan para eksportir di Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Jakarta, Senin (2/12). (Foto : Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta semua jajaran di lingkup Kementerian Pertanian untuk mengembangkan potensi pertanian di indonesia dengan sistem cluster. Dirinya mengakui, sistem cluster dinilai mampu meningkatkan nilai ekspor yang jauh lebih besar, meningat Indonesia merupakan negara besar yang memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa, yang bisa dioptimalkan dengan baik melalui kemampuan bertani secara modern dan berbasis teknologi.

"Hari ini saya perintahkan kepada Sekjen dan jajaran di Kementan untuk memperkuat sistem cluster di 34 propinsi. Kita punya potensi ubi kayu dan tanaman obat obatan, jadi harus didukung data yang lebih kuat. Untuk itu kita juga harus melakukan koneksi dan mixing aturan program," kata Mentan Syahrul ketika menggelar pertemuan dengan para eksportir di Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Jakarta, Senin (2/12).

Syahrul menegaskan, pemerintah juga membuka lebar masukan dan saran dari para eksportir yang berkaitan dengan penguatan sistem cluster ini. Dengan begitu, percepatan dan penguatan ekspor pertanian yang diharapakan bisa terlaksana dengan baik.

Baca Lainnya : Kementan Gandeng Seluruh Kampus Pertanian Indonesia Dorong Gerakan Pembangunan Pertanian

"Jadi apa yang bisa saya bantu dan apa yang bapak lakukan. Kalau kita kompak dan kita tahu mau kemana arahnya, maka endingnya juga akan jelas. Saya berharap kita tidak lagi bertemu dalam bentuk formal, tetapi kita bertemu di lapangan," ungkap Mentan.

Menurutnya, eksportir sebagai pionir ekspor sangat dibutuhkan dalam mewujudkan kebangkitan pertanian. Peran mereka juga diharapkan bisa membawa produk pertanian mendunia dan diterima di pasar internasional.

Baca Lainnya : Tingkatkan Minat Generasi Muda di Sektor Pertanian, Kementan Dorong Program Pertanian Masuk Sekolah

"Jika tidak mampu melakukan koneksi maka itu adalah kegagalan. Yang paling penting bagi kita adalah negara dan rakyat. Toh Negara sebesar Tiongkok saja butuh kita. Sekarang saatnya kita masuk dalam upaya-upaya nyata," beber Mentan.

"Di luar negeri butuh jahe merah. Kita bisa mengekspor denga koneksi. Atau saya memiliki koneksi tetapi saya tidak punya lahan. Jadi saya kira semua harus selaras dan mau bergerak bersama. Petani dan eksportir juga harus berjalan seimbang," pungkas Mentan.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: