BNPB: Tim Gabungan Serahkan Bantuan ke Wilayah Terisolir Pasca Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Solok Selatan

TrubusNews
Astri Sofyanti
02 Des 2019   13:30 WIB

Komentar
BNPB: Tim Gabungan Serahkan Bantuan ke Wilayah Terisolir Pasca Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Solok Selatan

Pendistribusian bantuan logistik ke Jorong Manggis Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bantuan logistik telah sampai ke wilayah terisolir pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat pada 20 November 2019 lalu. Wilayah terisolir yang telah menerima bantuan tersebut yakni Jorong Manggih. Laporan tersebut diterima BNPB dari Tim Bantuan Darurat dan Peralatan bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengungkapkan, upaya yang dilakukan tim gabungan hingga mencapai titik terisolir tersebut dilakukan dengan tujuan menyalurkan bantuan untuk ke sekian kalinya bagi warga yang terdampak bencana.

“Keterangan tim logistik dari Dinas Sosial setempat menyebut bantuan telah diserahkan sejak sehari setelah bencana terjadi ke seluruh area terdampak, termasuk Jorong Manggih. Beberapa pengungsi jorong Manggih juga mengakui bahwa bantuan sudah datang sejak setelah terjadi bencana,” kata Agus Wibowo di Jakarta, Senin (2/12).

Baca Lainnya : BNPB: Penyaluran Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir Solok Selatan Terus Mengalir

Diakui Agus, sejumlah bantuan yang telah diserahkan ke daerah terisolir terdiri atas bahan makanan untuk dimasak di posko, dan juga paket sembako yang dikirim menggunakan mobil Patroli Polisi dengan kawalan ketat Tagana, Polri, Peksos dan masyarakat hingga mencapai titik terdekat yang kemudian dilanjutkan dengan akses jalan setapak, mengingat pada awal kejadian, akses jalan masih tertimbun material longsoran.

“Dengan kehadiran tim gabungan di lokasi, warga Mampiang yang tinggal di perbukitan paling atas segera turun mengambil bantuan dengan berjalan kaki. Sementara itu akses menuju Mampiang masih dalam proses pembukaan jalan dengan alat berat jenis eskavator. Oleh karena itu akses satu-satunya hingga saat ini baru bisa dicapai dengan jalan setapak dan kendaraan jenis trail belum bisa menembus medan tersebut,” tambah Agus.

Baca Lainnya : BNPB Ajak Penambang Ilegal di Hutan Bargot Beralih Jadi Penambang Emas Hijau

Diakui Agus, sebelumnya BNPB telah menyalurkan bantuan untuk korban bencana terdampak bencana banjir bandang dan longsor Solok Selatan berupa Dana Siap Pakai senilai 250 juta, kemudian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat 350 juta, bantuan dari Wakil Gubernur Sumatera Barat 650 juta dan bantuan lain berupa logistik dan peralatan yang telah dikirimkan dalam 4 tahap.

“Selain pendistribusian logistik, kegiatan seperti trauma healing dan layanan kesehatan juga dilakukan di posko pengungsian Jorong Manggih hingga hari ini,” pungkasnya.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: