Sumsel Bebas Asap, Jarak Pandang 10 Kilometer dan ISPU Dibawah 50

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Des 2019   21:10 WIB

Komentar
Sumsel Bebas Asap, Jarak Pandang 10 Kilometer dan ISPU Dibawah 50

Kepala BNPB Doni Monardo menghadiri penutupan dan ramah tamah Posko Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019 ini, di Palembang, Sumatera Selatan (1/12). (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sumatera Selatan Iriansyah menyatakan, penutupan Satgas Gabungan Karhutla karena udara dan wilayah Sumatera Selatan sudah bebas asap. Selain itu, jarak pandang sudah lebih dari 10 kilometer, dan ISPU dibawah 50. Tim Satgas juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumsel dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 
Dirinya mengatakan, kekurangan dalam operasional lapangan, akan menjadi bahan evaluasi kedepannya untuk satgas. 

Kepala BNPB Doni Monardo juga menghadiri penutupan dan ramah tamah Posko Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019 ini, di Hotel Santika Primere, Palembang (1/12). Pada arahannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyelamatkan “Bumi Sriwijaya" dari kebakaran hutan dan lahan, karena bencana adalah urusan bersama.

"Ada dua cara mengatasi Karhutla, yang pertama mengubah perilaku seperti peningkatan ekonomi masyarakat dan himbauan dari pemuka agama/pemuka masyarakat. Kedua, jangan biarkan lahan gambut kering namun tetap basah, kembalikan hakekat gambut yakni basah, berair dan rawa. Lebih baik negara membayar untuk meningkatkan kehidupan masyarakat, daripada untuk membiayai pemadaman api," kata Iriansyah dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (1/12).

Pihaknya menekankan, bahwa selanjutnya tidak boleh lagi ada kebakaran hutan dan lahan atau bertambah luas hutan dan lahan yang terbakar.

"Kami akan tingkatkan sosialisasi kepada masyarakat, lalu hidup bersama mereka dan membuka lapangan kerja," tambahnya. 

Dansatgas yang juga Danrem 044/Gapo Garuda Dempo, Kolonel Arh Sonny Septiono menjelaskan selama pemadaman Karhutla, tercatat ada 11.310 petugas gabungan yang ikut terlibat. Selain itu juga tercatat untuk hotspot tertinggi di Sumatera Selatan adalah pada tahun 2015 dengan 27.043 hotspot. Pada tahun 2018 sejumlah 2.081 hotspot dan 2019 sejumlah 17.015 hotspot. Sudah 106.194.000 liter air untuk pemadaman api dan 115,5 ton penaburan garam TMC untuk hujan buatan. Sebanyak 46 orang ditangkap. Total 312 desa yang terjadi Karhutla dengan upaya sosialisasi, giat patroli, pemadaman darat dan udara, sekat, pembasahan, sumur bor, tim PPRC, melaksanakan Gakkum, doa dan Sholat Istisqo, TMC serta penguatan media.

"Pelaksanaan giat operasi Satgas Gabungan Karhutla wilayah Sumatera Selatan dapat berjalan dengan aman dan terkendali. Permasalahan serta kendala di lapangan dapat diselesaikan melalui koordinasi yang intensif antara instansi terkait," ucap Danstagas. 

Penutupan Satgas Gabungan secara resmi dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Tahapan yang sudah dilakukan adalah mulai dari  pencegahan, pengendalian dan pemadaman. Penghargaan kepada semua pihak, yang sudah peduli dengan kondisi alam di Sumatera Selatan. "Atas nama masyarakat Sumatera Selatan kami mengucapkan terima kasih atas perhatian BNPB. Kami akan menjaga alam dan meningkatkan kesiapsiagaan agar tidak terbakar lagi di masa mendatang," pungkas Sony.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: