Kemendag Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bapok di Palangka Raya Sambut Natal dan Tahun Baru

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Nov 2019   15:00 WIB

Komentar
Kemendag Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bapok di Palangka Raya Sambut Natal dan Tahun Baru

Barang kebutuhan pokok di pasar (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya menjaga kestabilan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di berbagai daerah menjelang    Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Kali ini, Kemendag diwakili Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Arlinda, terjun langsung meninjau harga dan pasokan bapok di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, hari ini, Kamis (28/11).

“Lebih dari dua tahun terakhir ini Pemerintah telah berhasil menjaga harga dan pasokan bapok tetapstabil menjelang peringatan hari besar keagamaan nasional (HBKN). Kemendag berkomitmen melanjutkan kesuksesan tersebut dengan melakukan upaya-upaya antisipasi dengan berkoordinasi dan bersinergidengan pihak-pihak terkait bapok di daerah, termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Arlinda dalam siaran persnya, Minggu (30/11).

Berdasarkan pantauan di Pasar Besar dan Pasar Kahayan, Arlinda mengungkapkan harga bapok relatif stabil hingga Kamis (28/11), harga beras medium Rp10.000 - Rp11.000 per kg, gula pasir Rp13.000 - Rp15.000 per kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter, daging sapi Rp120.000 - Rp130.000 per kg, daging ayam broiler Rp40.000 - Rp45.000 per kg, telur ayam ras Rp24.000 - Rp28.000 per kg, bawang merah Rp28.000 - Rp33.000 per kg, dan bawang putih Rp27.000 - Rp32.000 per kg. Arlinda mengungkapkan, hasilpantauan di Pasar Besar dan Pasar Kahayan, menunjukkan bahwa harga bapok relatif stabil.

“Hasil pantauan kami pada hari ini menunjukkan harga bapok stabil dan pasokan cukup. Kondisi harga-harga tersebut diprediksi stabil hingga akhir tahun mengingat distribusi pasokan bapok terpantau lancar,” ujarnya.

Pada pantauan tersebut, Arlinda didampingi Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Ida Rustini; Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah, Aster Bonawati; Pemimpin Wilayah Bulog Kalimantan Tengah, Mika Ranula Kendenan; serta Kepala Satgas Pangan Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili oleh AKBP Edi Siswanto.    

Selain meninjau bapok di pasar rakyat, Arlinda meninjau kesiapan pasokan bapok di Gudang Bulog DivreKalimantan Tengah, ritel modern Hypermart dan Swalayan Sendy’s, gudang distributor bapok PT Budi Distrindo Nusa, serta menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kesiapan Bapok Menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.    

Pihaknya mengungkapkan, pasokan beras di Gudang Bulog tersebut aman. Lebih lanjut, secara keseluruhan, di Gudang Bulog Divre Kalimantan Tengah, pasokan beras untuk Provinsi Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 8.420 ton yang cukup memenuhi kebutuhan hingga sebelas bulan kedepan. Sedangkan dari hasil pemantauan, ketersediaan pasokan bapok di ritel modern dipastikan aman dan hargas tabil. Beras, minyak goreng kemasan sederhana, gula pasir, dan daging beku dijual sesuai dengan HET yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sementara itu, pada Rakorda, Arlinda menyampaikan pentingnya koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Setelah mengidentifikasi pasokan bapok di lapangan, melalui Rakorda ini dikoordinasikan langkah-langkah yang perlu dilakukan pihak terkait dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bapok menjelang Natal dan tahun baru.

Rakorda ini dibuka oleh Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah dan dihadiri oleh Plt. Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Said Halim; Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Setian; serta perwakilan dinas yang membidangi perdagangan dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, hadir pula Tim Pengendali Inflasi Daerah, perwakilan Satgas Pangan, perwakilan Bulog, serta pelaku usaha bapok.

“Untuk menjaga inflasi bahan makanan pada tingkat yang stabil, beberapa komoditas bapok yang perlu diantisipasi pasokannya antara lain yaitu daging ayam, bawang merah, telur ayam ras, dan gula. Kami mengimbau Pemerintah Daerah memantau dan melaporkan keamanan dan kelancaran distribusi bapok dan jumlah stok bapok, yang dimiliki pedagang di pasar pantauan,” tambahnya.

Diakuinya, hal itu perlu dilakukan guna mengetahui perkiraan kebutuhan stok bapok harian di pasar-pasar tersebut dansegera melaporkan jika ada gejolak harga ataupun hambatan distribusi.

Rakorda ini merupakan salah satu implementasi amanat Rapat Koordinasi Nasional bapok di Jawa Timur pada 4 Oktober 2019. Pada kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan telah memberikan arahan untuk segera melakukan langkah antisipasi menjelang Natal 2019 Tahun Baru 2020, mewaspadai tantangan terkait kondisi kekeringan ekstrim, dan menjaga kelancaran pasokan kemasyarakat dan keterjangkauan harga di pasar.

Rangkaian pantauan kepasar rakyat dan Rakorda ini dijadwalkan berlangsungdi 15 daerah pantauan pada minggu ke-2 November hingga minggu ke-2 Desember 2019. Daerah pantauan utama yaitu Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat sebagai daerahyang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal. Sementara itu, DKIJakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Bali diprediksi berpotensi memberikan andil inflasi cukup tinggi. Selanjutnya, Tim Penetrasi Pasar akan terjun ke 82 kabupaten/kota pantauan untuk mengawal pasokan bapok pada 16 - 20 Desember 2019. Pada kegiatan itu, Tim Penetrasi Pasar akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan Daerah.

“Kami ingin agar masyarakat dapat merayakan Natal dan tahun baru dengan tenang tanpa mengkhawatirkan adanya gejolak harga bapok di pasar,” pungkas Arlinda.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: