Nusantara Aquatic 2019, Memantik Ikan Hias Indonesia Menuju Pasar Dunia

TrubusNews
Binsar Marulitua
30 Nov 2019   09:30 WIB

Komentar
Nusantara Aquatic 2019, Memantik Ikan Hias Indonesia Menuju Pasar Dunia

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo didampingi pendiri Yayasan Trubus, Bambang Ismawan secara simbolis membuka pameran “Nusantara Aquatic (Nusatic) 2019” dan "Trubus Agro Expo" di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, 29 November 2019. (Foto : KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan pameran  “Nusantara Aquatic (Nusatic) 2019” di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang selama 29 November 2019 – 1 Desember 2019. Penyelenggaran Nusatic 2019 diharapkan menjadi 'trigger' untuk mendorong promosi ikan Indonesia di pasar domestik maupun pasar ekspor.

“Saya pikir ini penting ya untuk membangkitkan industri perikanan budidaya, khususnya ikan hias,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo seusai membuka langsung pameran tersebut pada Jumat, (29/11/2019) kemarin.

Menteri Edhy menjelaskan, pemerintah juga akan menyederhakan regulasi-regulasi terkait pasar ikan hias untuk permintaan domestik maupun ekspor.
Ia pun berjanji akan melakukan terobosan-terobosan untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang selama ini dihadapi oleh para pelaku usaha yaitu mahalnya biaya angkut dan kendala regulasi.

Baca Lainnya : Menteri Edhy Buka Nusatic dan Trubus Agro Expo 2019

"Misalnya, ada yang melaporkan kalau pindah barang dari Sumatera ke sini mahal dan waktunya lama. Tidak hanya itu, izin-izin pemindahan juga masih ada keluhan. Ini akan segera kita terobos termasuk regulasinya, soal aturan-aturannya, dan juga fasilitas yang dibutuhkan” tegas Menteri Edhy.

Selain itu, ia menyebut bahwa KKP akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk bersama-sama mencari jalan keluarnya.

“Kami, pemerintah akan hadir untuk segera melakukan terobosan-terobosan dalam mengurangi hambatan-hambatan yang mengurangi ekonomi biaya tinggi,” tambahnya.

Asisten Deputi Sumber Daya Hayati Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Suparman mengatakan bahwa pada tahun 2020, Pemerintah menargetkan ekspor perikanan senilai USD6,1 miliar. Ikan hias diharapkan dapat menyumbang sekitar 6-10% dari total nilai ekspor tersebut.

“Kalau perdagangan ikan hias tahun 2018 itu kurang lebih USD314 juta. Jadi kita berharap Indonesia bisa menyumbang kontribusi lebih besar lagi dari potensi yang ada. Teman-teman bayangkan, di pameran ini kita bawa sekitar 15 spesies ikan hias saja kita sudah jadi pameran terbesar di dunia. Padahal, kita punya 1.235 spesies. Kalau kita bawa tak sampai 10%-nya saja ke sini, kita bukan lagi jadi yang terbesar tapi super-super besar,” ucapnya.

Menurut data KKP, pada tahun 2018, Indonesia mengekspor 257.862.207 ekor ikan hias. Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris menjadi negara tujuan ekspor utama.

Adapun komoditas utama ikan hias air tawar yang diekspor terdiri dari ikan botia, arwana, discus, cupang, dan tiger fish. Sedangkan untuk ikan hias air laut terdiri dari udang hias, angel fish, bintang laut, dan invertebrata hias.

Baca Lainnya : KKP Bongkar 12 Rumpon Ilegal Diduga Milik Nelayan Filipina

Sementara itu,  Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyatakan akan mendukung upaya Pemerintah untuk mengembangkan industri ikan hias. Bukan tanpa sebab, ia menilai bahwa industri ikan hias dapat mengembangkan potensi industri rumahan sehingga meningkatkan pelaku UMKM.

“Kami bahkan sudah melakukan pembinaan di Lapas Jambe untuk jadi pusat pembibitan ikan koi. Kita juga mengembangkan agrobisnis di wilayah ini,” ucapnya.

Pameran Nusantara Aquatic 2019 juga menggandeng pameran "Trubus Agro Expo 2019" yang mendorong standar produksi dan daya saing para petani, pengusaha, dan eksportir di Indonesia untuk memperkuat  daya saing dan mempromosikan Indonesia sebagai pusat pertanian ASEAN.

Sejumlah teknologi dan inovasi terbaru yang mengarah pada pengurangan biaya produksi, optimalisasi proses, dan peningkatan kualitas produksi juga ditawarkan dalam pameran ini.

Pameran yang digadang-gadangkan sebagai kolaborasi pameran ikan hias dan agriliving terbesar di dunia ini juga mendapat dukungan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Pameran Nusantara Aquatic 2019 danTrubus Agro Expo 2019 juga disinyalir mampu mendatangkan pengunjung dari berbagai negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Myanmar.

"Trubus Agro Expo bertujuan untuk memamerkan tanaman hias dan berbagai produk pertanian. Pameran bisa menjadi media informasi dan inspirasi bagi tren agriliving tahun 2020," jelas pendiri Yayasan Trubus, Bambang Ismawan yang turut memberikan sambutannya pada pembukaan acara tersebut. 

Turut hadir dalam kesempatan pembukaan pameran tersebut Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar; Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo; Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebijakto; Asisten Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Suparman; Ketua Penyelenggara Nusatic, Sugiarto; Direktur Sinarmas; dan Duta Besar sejumlah negara mitra seperti Tunisia, Mozambik, Yaman, Korea Utara, dan Suriname.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan:          
Bagikan: