Menteri Kelautan dan Perikanan Siap Dorong Pengembangan Ikan Hias di Indonesia

TrubusNews
Astri Sofyanti
29 Nov 2019   17:23 WIB

Komentar
Menteri Kelautan dan Perikanan Siap Dorong Pengembangan Ikan Hias di Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ketika membuka pameran Nusantara Aquatic di ICE BSD, Tangerang, Jumat (29/11/19) (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengungkapkan bahwa perhelatan Nusantara Aquatic 2019 memiliki potensi besar khususnya di bidang pengembangan industri perikanan budidaya ikan hias. Melihat potensinya yang begitu besar, Edhy mengapresiasi terselenggaranya Nusatic yang rutin digelar setiap tahunnya sejak 2016 lalu. Perhelatan Nisatic 2019 diharapkan sebagai ajang mempercepat munculnya ekonomi di tengah-tengah masyarakat melalui budidaya ikan hias.

"Nusantara Aquatic menjadi salah satu sarana untuk membangkitkan industri perikanan budidaya khususnya ikan hias. Budidaya ikan hias bisa menambah nilai ekonomi secara lebih cepat. Dari segi hitungan kalau budidaya ikan hias ini laku di pasaran hasilnya akan lebih besar," kata Edhy ketika membuka Nusantara Aquatic dan Trubus Agro Expo di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Jumat (29/11).

Guna meningkatkan potensi pengembangan ikan hias, diakui Edhy kedepannya KKP akan menggandeng para skateholder untuk mengembangkan industri ikan hias dalam negeri. Edhy berharap cara ini dilakukan bisa memberikan aspirasi terhadap pembudidaya ikan hias dalam hal pemecahan masalah.

"Kita (KKP) akan menggandeng skateholder. Ini bukti jika pemerintah hadir. Kami berharap komunikasi tidak berhenti sampai disini ini bisa dilanjutkan, termasuk regulasinya, soal aturan-aturan, termasul fasilitasnya. Kedepan kita akan optimalkan, karena bagaimanapun juga budidaya ikan hias sejalan dengan budidaya ikan-ikan lainnya, bahkan budidaya ikan untuk pangan bisa disambi dengan melakukan budidaya ikan hias, tanpa harus mengeluarkan biaya lainnya. Jadi saya pikir ini bagus," paparnya.

Dirinya menekankan bahwa Indonesia memiliki keragaman spesies ikan hias. Dirinya berpesan bahwa Indonesia tidak boleh kalah dari negara-negara lain. "Kita punya luasan laut, ini harusnya menjadi kekuatan kita ditambah sumber daya manusianya dan para pengusahanya, kami pemerintah hadir untuk melakukan terobosan, dan mengurangi hambatan-hambatan," tambah Edhy.

Asisten Deputi Sumber Daya Hayati Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Suparman mengatakan bahwa pada tahun 2020, Pemerintah menargetkan ekspor perikanan senilai USD6,1 miliar. Ikan hias diharapkan dapat menyumbang sekitar 6 – 10 persen dari total nilai ekspor tersebut.

“Kalau perdagangan ikan hias tahun 2018 itu kurang lebih USD314 juta. Jadi kita berharap Indonesia bisa menyumbang kontribusi lebih besar lagi dari potensi yang ada. Teman-teman bayangkan, di pameran ini kita bawa sekitar 15 spesies ikan hias saja kita sudah jadi pameran terbesar di dunia. Padahal, kita punya 1.235 spesies. Kalau kita bawa tak sampai 10 persen saja ke sini, kita bukan lagi jadi yang terbesar tapi super-super besar,” ucapnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2018, Indonesia mengekspor 257.862.207 ekor ikan hias. Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris menjadi negara tujuan ekspor utama. Adapun komoditas utama ikan hias air tawar yang diekspor terdiri dari ikan botia, arwana, discus, cupang, dan tiger fish. Sedangkan untuk ikan hias air laut terdiri dari udang hias, angel fish, bintang laut, dan invertebrata hias.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: