Kemendag Pastikan Harga dan Pasokan Bapok di Jakarta Terkendali Jelang Natal dan Tahun Baru

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Nov 2019   15:00 WIB

Komentar
Kemendag Pastikan Harga dan Pasokan Bapok di Jakarta Terkendali Jelang Natal dan Tahun Baru

Barang kebutuhan pokok di pasar tradisional (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Kementerian Perdagangan (kemendag) berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di DKI Jakarta . Hal ini disampaikan Inspektur Jenderal Srie Agustina saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (rakorda) Kesiapan Bapok Menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2019 di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (28/11/19).

“Rakorda dilakukan sebagai bentuk antisipasi pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga dan stok bahan pokok untuk masyarakat khususnya menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Dari 34 provinsi, Kemendag memberikan perhatian khusus kepada 15 provinsi yang merayakan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Berdasarkan hasil pantauan Kemendag yang hingga saat ini masih berjalan, termasuk di DKI Jakarta, harga bahan pokok relatif stabil dan memiliki pasokan bahan pokok yang cukup,” kata Srie dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Rakorda dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Asisten Daerah DKI Jakarta, Food Station, PD Pasar Jaya, Bulog Divre Jakarta dan Banten, Otoritas Jasa Keuangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jakarta, Kantor Perwakilan Wilayah Jakarta Bank Indonesia, Dharma Jaya, serta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Jakarta

Srie menjelaskan, Kemendag telah melakukan pemantauan di 12 pasar di DKI Jakarta. Salah satunya di Pasar Senen yang harga bapoknya terpantau relatif stabil. Per hari ini (27/11), harga beras premium berada di kisaran Rp11.000 - 13.000 per kilogram (kg), gula pasir Rp13.000 per kg, daging sapi Rp110.000 per kg, daging ayam Rp30.000 per kg, cabe rawit Rp30.000 - 35.000 per kg, cabai keriting Rp30.000 - 35.000 per kg, bawang merah Rp32.000 - 35.000 per kg, bawang putih Rp28.000 - 32.000 per kg, telur Rp23.500 - 24.000 per kg, dan minyak goreng curah Rp10.800 per liter.

"Kondisi harga-harga tersebut diprediksi stabil hingga akhir tahun mengingat distribusi pasokan bapok terpantau lancar. Meskipun terdapat beberapa komoditas yang harganya sedikit naik seperti cabai merah, telur ayam, dan daging ayam. Harga daging ayam cenderung naik, namun masih berada di batas harga acuan Kemendag. Hal ini disebabkan iklim dan permintaan yang lebih banyak. Melalui rakorda, Kemendag dapat memberikan informasi ke Tim Pengendali Inflasi Provinsi (TPIP) DKI Jakarta untuk memasok stok bahan pokok agar harga barang cenderung stabil," papar Srie.

Rangkaian pantauan ke pasar rakyat dan rakorda ini dijadwalkan berlangsung di 15 daerah pantauan pada minggu ke-2 November hingga minggu ke-2 Desember 2019. Daerah pantauan utama yaitu Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal. Sementara itu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Bali diprediksi berpotensi memberikan andil inflasi cukup tinggi. Selanjutnya, Tim Penetrasi Pasar akan terjun ke 82 kabupaten/kota pantauan untuk mengawal pasokan bapok pada 16—20 Desember 2019. Pada kegiatan itu, Tim Penetrasi Pasar akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan Daerah.

“Kami ingin agar masyarakat dapat merayakan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dengan tenang tanpa mengkhawatirkan adanya gejolak harga bapok di pasar,” tutupnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: