Pamer Pakaian Budaya dari Daur Ulang Sampah, KLHK dan Kwarnas Gerakan Pramuka Torehkan Record MURI

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Nov 2019   07:32 WIB

Komentar
Pamer Pakaian Budaya dari Daur Ulang Sampah, KLHK dan Kwarnas Gerakan Pramuka Torehkan Record MURI

Salah satu peserta karnaval Menjahit Nusantara dengan Bahan Daur Ulang’ di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada, Minggu 24 November 2019 (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kwartir Nasional Pramuka menghadirkan sekitar 2.000 pramuka peserta Pertikawan Nasional pada karnaval di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada, Minggu 24 November 2019 dengan mengusung tema ‘Menjahit Nusantara dengan Bahan Daur Ulang’.

Kegiatan ini adalah rangkaian pelaksanaan Perkemahan Bakti Pramuka Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) dan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Jakarta Pertikawan Festival. 

Sebanyak 200 peserta mengenakan kostum festival dari bahan daur ulang yang dirancang secara artistik mewakili kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Para peserta GNPDAS Pertikawan Festival ini memulai karnaval dari depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan berakhir di Lapangan Monas. 

Baca Lainnya : KLHK Kenalkan Medis Konservasi Satwa Liar dalam Peringatan HCPSN 2019

Sejumlah sosok dari kalangan milenial ikut mengenakan kostum festival dari bahan daur ulang. Antara lain Swietenia Puspa Lestari (diver dan 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi BBC), Sonia Fergina Citra (Putri Kebudayaan Indonesia 2019), Reymond Leopard (Binus Ambassador 2019), Mr Tourism and Culture Universe Indonesia 2019, Mr Model Internasional Indonesia 2019, Miss All Nation Indonesia 2019, Putra Kebudayaan NTT, Putri Kebudayaan Jawa Barat, Putri Kebudayaan DKI Jakarta, Putri Kebudayaan Sumatra Barat, Putri kebudayaan NTB, dan Mojang Kota Sukabumi 2019. 

Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono menjelaskan, karnaval budaya dengan kostum dari limbah dengan tema flora-fauna ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Karnaval budaya ini merupakan inovasi untuk memotivasi adik-adik pramuka untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup, kelestarian daerah aliran sungai (DAS).

“Kami harapkan mereka menjadi pelopor aktivitas peduli lingkungan hidup di kwartir ranting dan cabangnya,” ujar Bambang yang menjadi Ketua Panitia Penyelenggara Pertikawan Nasional 2019.

Bambang menjelaskan Pertikawan yang diselenggarakan di Buper Cibubur pada 18-24 November 2019 diikuti 2.600 peserta penegak dan pandega serta 500 pamong saka. Para peserta juga mengikuti kegiatan di 14 subcamp di Jawa Barat, Banten dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Dia berharap 10 satuan karya pramuka lainnya dapat mengambil pelajaran dari Pertikawan Nasional ini.

Sekretaris Jenderal Bawaslu Gunawan Suswantoro menjelaskan pramuka adalah pemuda yang bergerak untuk Indonesia yang maju dan berkualitas. Pertikawan adalah tempat berkarya untuk mensukseskan program Indonesia maju. “Kami bersinergi dengan Gerakan Pramuka untuk meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia,” kata Gunawan yang juga menjadi Andalan Nasional Gerakan Pramuka periode 2018-2023.

Gunawan Suswantoro mengatakan karnaval ini sesuai dengan pendekatan budaya yang menjadi prioritas dan visi-misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin. “Kegiatan karnaval budaya dan Pertikawan ini diharapkan meningkatkan citra Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Satuan Karya (Saka), Satuan Komunitas dan Gugus Darma, Kingkin Suroso menjelaskan Saka Wanabakti dan Kalpataru adalah wadah pembinaan bagi pramuka penegak dan pandega yang memiliki minat di bidang ilmu pengetahuan-teknologi, dan kewirausahaan dalam pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam hutan dan lingkungan hidup.

“Kegiatan Pertikawan ini sebagai wahana mengaplikasikan keterampilan dan memberikan kecakapan bagi anggota Satuan Karya (Saka) Wanabakti dan Kalpataru,” kata Kingkin.

Baca Lainnya : KLHK dan FAO Jajaki Kerja Sama Pengendalian Perubahan Iklim

Pada akhir acara GNPDAS Jakarta Pertikawan Karnaval di Panggung Utama Silang Barat Monas, KLHK, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Nganjuk Bayu Karnival yang berhasil mencatatkan Rekor Dunia MURI sebagai Karnaval Budaya Tema Flora Fauna Asal Dari Daerah Terbanyak. Bambang Hendroyono menyampaikan “terima kasih kepada Museum Rekor Dunia Indonesia yang telah mencatat acara GNPDAS Jakarta Pertikawan Karnival dalam rekor MURI”.

Turut hadir dalam acara tersebut di atas, Plt. Direktur Jenderal PDASHL, para Wakil Ketua Kwartir Nasioanal, Andalan Nasional, Sekretaris Direktorat Jenderal PDASHL, Kepala Biro Humas KLHK, Pimpinan Kontingen Daerah/ Ketua Kwartir Daerah, Dewan Kerja Penegak dan Pandega Nasional Gerakan Pramuka, Sangga Kerja Pertikawan Nasional 2019 dan Pamong Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: