Target Konsumsi Ikan Nasional Capai 50,49 Kg per Kapita Sampai Oktober 2019

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Nov 2019   07:00 WIB

Komentar
Target Konsumsi Ikan Nasional Capai 50,49 Kg per Kapita Sampai Oktober 2019

Dirjen PDSPKP KKP Agus Suherman saat memberikan keterangan kepada wartawan kepada Festival Perikanan Nusantara di area parkir timur Monas, Jakarta, Minggu (24/11/2019). (Foto : KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimis akan mencapai target konsumsi ikan nasional sebesar 54 kg/kapita di tahun 2019. Berbagai upaya terus dilakukan untuk merealisisaikannya, salah satunya dengan menggelar Festival Perikanan Nusantara di area parkir timur Monas, Jakarta, Minggu (24/11/2019) kemarin.

Festival dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Agus Suherman; Ketua Umum Himpaudi, Prof. Netti Herawati; dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni. 

Dalam sambutannya, Dirjen PDSPKP Agus Suherman mengatakan, festival ini bertujuan untuk mengajak masyarakat terutama anak-anak usia dini untuk mengonsumsi ikan untuk memberantas stunting. 

Baca Lainnya : Rektor IPB Dorong KKP Terapkan Sea Farming dan Sea Ranching Majukan Sektor Perikanan

"Target makan ikan pada 2019 itu per kapitanya mencapai 54 kg, saat ini per Oktober baru 50,49 kg. Semoga target ini bisa tercapai," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP, Agus Suherman di Monas, Jakarta, Minggu. 

Kegiatan yang juga digelar dalam rangka merayakan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-6 ini diselenggarakan bersama-sama oleh KKP dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).

Sebanyak 1.883 siswa tingkat PAUD dan SD dari 34 provinsi di Indonesia memenuhi wilayah Monas melalui parade kostum ikan. Selain itu, serangkaian acara lainnya seperti pemeriksaan kesehatan tulang gratis, makan ikan gratis, serta gerak dan lagu Himpaudi turut memeriahkan jalannya acara. 

Sementara itu,  Ketum Himpaudi Prof. Netti Herawati menyampaikan bahwa dirinya sangat prihatin dengan angka stunting yang tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, Himpaudi menggerakan seluruh PAUD se-Indonesia dalam gerakan edukasi makan ikan secara serentak pada Kamis (21/11/2019) lalu. 

“Tercatat, lengkap 34 provinsi di seluruh Indonesia mengikuti gerakan edukasi makan ikan di Hari Ikan Nasional yang diikuti oleh anak-anak usia dini yang turut didukung oleh bunda-bundanya,” ujarnya. 

Baca Lainnya : Sambangi KKP, 15 Himpunan Nelayan Sampaikan Aspirasi kepada Menteri Edhy

Tak berhenti secara seremonial, Himpaudi juga akan mulai menetapkan hari makan ikan tiap minggunya. Netti menyebut, beberapa kabupaten/kota dan provinsi sudah merancang hari makan ikan di daerahnya masing-masing untuk meningkatkan konsumsi ikan guna memberantas stunting.

“Di Jogja misalnya akan menggelar Hari Jumat Makan Ikan. Dengan begitu, kami berharap Indonesia semakin cerdas ke depannya karena makan ikan,” tambah Netti. 

Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Darajamuni menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta turut mendukung peningkatan konsumsi ikan di DKI Jakarta melalui sejumlah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahun ini. Salah satunya dengan menyosialisasikan Gerakan Memasyaratkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di seluruh kelurahan di DKI Jakarta. 

“Ada 267 kelurahan. Di setiap kelurahan ada 200 orang yang turut bergerak sehingga jumlahnya kemarin kami kumpulkan 53.400 orang, ditambah dengan 1.000 orang Dinas KPKP,” tuturnya. 

Sejalan dengan hal itu,lanjut Darajamuni, Pemprov DKI juga menyediakan ikan kembung sebagai salah satu dari 6 produk pangan murah bersubsidi bagi masyarakat. Setiap bulannya, Pemprov DKI menyediakan 600-700 ton ikan kembung bagi masyaraka dan program ini berjalan sepanjang tahun. 

“Ikan kembung itu dibeli masyarakat dengan harga hanya Rp13.000/kg. Sisanya dibayar oleh Pemprov yang dalam hal ini adalah Pak Gubernur,” jelasnya. 

Selain itu, Pemprov DKI juga melakukan diversifikasi olahan hasil perikanan. Darajamuni mengatakan, pihaknya juga melakukan pengawasan pasar untuk memastikan penyediaan mutu ikan yang baik kepada masyarakat. 

“Tahun ini, dari 153 pasar yang kita tuju, baru 67 pasar yang kita nyatakan bisa menyiapkan ikan yang tidak menggunakan bahan berbahaya. Jadi, tugas kami masih cukup berat,” ucapnya.

Kendati demikian, ia berharap bahwa segala upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI dapat meningkatkan angka konsumsi ikan. “Mudah-mudahan ini dapat memacu kami untuk meningkatkan konsumsi makan ikan di DKI Jakarta,” tuturnya. 

Baca Lainnya : KKP Tangkap Satu Kapal Pencuri Ikan Filipina di Perairan Sulawesi

Atas berbagai upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan nasional, Agus menyampaikan apresiasinya. Pemerintah memasang target konsumsi ikan nasional sebesar 54 kg/kapita untuk tahun 2019. Namun ia mengungkapkan bahwa per Oktober 2019, angka tersebut baru mencapai 50,49 kg/kapita. Meskipun begitu, dirinya optimis bahwa target dapat tercapai dengan kerja keras yang dilakukan oleh berbagai pihak. 

“Mudah-mudahan target ini bisa kita capai dengan semangat yang dilakukan oleh Himpaudi dan laskarnya, Pemprov DKI, serta seluruh masyarakat Indonesia. Insya Allah kita optimis,” pungkasnya. 

Sebagai informasi, rangkaian Festival Ikan Nusantara akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan hingga ditutup pada 12-14 Desember 2019 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: