Dubes Sebut Potensi Perdagangan Indonesia dan Korea Selatan Terus Meningkat

TrubusNews
Astri Sofyanti
25 Nov 2019   10:30 WIB

Komentar
Dubes Sebut Potensi Perdagangan Indonesia dan Korea Selatan Terus Meningkat

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia Untuk Korea Selatan Umar Hadi. (Foto : Sekretariat Kabinet (Setkab RI))

Trubus.id -- Potensi perdagangan Indonesia dan Korea Selatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir terus meningkat. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia Untuk Korea Selatan (Korsel) Umar Hadi.

“Angka terakhir tahun 2018 adalah sudah mencapai totalnya 20 miliar dollar AS, ekspor kita sekitar 11 miliar dollar AS, impor kita sekitar 9 miliar dollar AS,” kata Umar mengutip dari laman Sekretaris Kabinet RI (Setkab), Senin (25/11).

Umar menyebut, kinerja perdagangan Indonesia dan Korea Selatan produktif karena jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan juga complementary. Hanya saja, Hadi menyebut ada tantangannya, yakni bagaimana ekspor produk-produk manufaktur dari Indonesia dan Korea Selatan terus ditingkatkan.

“Ini kelihatan potensi yang besar-besar itu, seperti produk-produk kayu lalu produk makanan, minuman olahan, terus produk-produk olahan dari seafood termasuk itu, juga tentunya komponen otomotif juga saya lihat cukup besar dan seterusnya, serta alat-alat electrical, seperti itu. Jadi, kelihatan sekali banyak peluang yang bisa kita kerjakan,” jelas Dubes.

Merespon hal tersebut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan bahwa investor Korea Selatan di Indonesia nomor 6 terbesar untuk tahun lalu mencapai 1,6 miliar dollar AS.

“Dia kan banyak di manufaktur,” ucap Retno.

Sementara Umar menambahkan, secara tradisional perusahaan-perusahaan menengah Korea itu Investasi di Indonesia di tekstil, garmen, sama sepatu.

“Kalau kita perhatikan di Karawang, Purwakarta, Kabupaten Bandung. Itu garmennya Korea. Itu ekspor. Itu sekarang mulai beralih ke daerah Jawa Tengah sudah masuk Tegal, Kendal, Semarang,” tambahnya.

Selain itu, Umar mengatakan, investasi Korsel sekarang juga mulai masuk yang industri-industri besar seperti misalnya Industri Petrokimia, seperti Lotte Chemical itu di Cilegon.

“Tahun lalu sudah groundbreaking bulan desember tahun lalu. Itu nilai investasinya itu 4,3 miliar dollar AS. Lalu dari situ industri turunannya di bidang Peteokimia itu sudah mulai masuk. Jadi yang ada produknya ABS itu jadi kita lihat itu peluangnya sangat besar,” lanjut Umar.

Sementara kalau infrastruktur, menurut Dubes RI di Korsel, khususnya di Pembangkit listrik banyak di Jawa Timur, Cirebon, Jawa Barat juga ada.

Mengenai tenaga kerja, Menlu Retno Marsudi menjelaskan bahwa jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Korea Selatan juga cukup banyak ada 28.248 pekerja, sebagian besar dari mereka bekerja di bidang manufaktur.

“Korea Selatan merupakan salah satu mitra yang sangat potensial untuk dikembangkan,” pungkas Menlu.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Waspada, Penggunaan Hand Sanitizer Jangan Berlebihan

Peristiwa   30 Mar 2020 - 13:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan: