20.151 Ton Komoditi Perikanan Indonesia Diekspor ke 43 Negara

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Nov 2019   08:00 WIB

Komentar
20.151 Ton Komoditi Perikanan Indonesia Diekspor ke 43 Negara

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat melepas Ekspor Raya Hasil Perikanan. Mengusung tema “Ekspor Hasil Perikanan sebagai Pendorong Industri Perikanan” di Lamongan, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) KIPM pada Jumat (22/11/2019) kemari (Foto : Humas BKIPM KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan eksportir/unit pengolahan ikan (UPI), para pemangku kepentingan lainnya, dan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero),  menyelenggarakan Ekspor Raya Hasil Perikanan. Mengusung tema “Ekspor Hasil Perikanan sebagai Pendorong Industri Perikanan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) KIPM pada Jumat (22/11/2019) kemarin. 

Pelepasan ekspor raya ini dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dari Pelabuhan Teluk Lamong, Jawa Timur. Volume komoditi perikanan yang diekspor hari ini mencapai 20.151 ton (34,7 persen hasil budidaya dan 65,3 persen hasil tangkap) dengan nilai USD137,6 juta atau setara Rp1,79 triliun. Hasil perikanan tersebut berasal dari 238 UPI sejumlah 1.004 unit kontainer.

"Ekspor raya produk perikanan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang saling bahu membahu demi keberlanjutan usaha sektor perikanan Indonesia. Sinergi diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan dan meningkatkan nilai tambahnya, jelas Menteri Edhy dalam sambutannya di Sidoarjo. 

Ekspor raya kali akan dikirim ke 43 negara dengan jenis komoditi rumput laut, tuna, tongkol, cakalang, rajungan, cumi, ikan terbang, surimi, kerang, kepiting, bawal, sidat, bekicot, paha kodok, kakap, kerapu, nila dan udang.

Baca Lainnya : Keluhkan Penyakit Udang, Pembudidaya Minta KKP Keluarkan Aturan Pencegahan

Secara lengkap, data ekspor di masing-masing pelabuhan disampaikan oleh Kepala UPT KIPM melalui video conference yang diwakili oleh 8 UPT, yaitu: (1) BKIPM Semarang - Pelabuhan Tanjung Mas; (2) BKIPM Jakarta II – Pelabuhan Nizam Zachman Muara Baru; (3) BKIPM Medan II – Pelabuhan Belawan; (4) BKIPM Manado – Pelabuhan Bitung; (5) BKIPM Bima - Pelabuhan Bima; (6) Makassar - Pelabuhan Soekarno Hatta; (7) BKIPM Banjarmasin - Pelabuhan Tri Sakti; dan (8) BKIPM Ambon - Pelabuhan Ambon. 

Sementara itu, di wilayah kerja Pelindo III group, total produk perikanan yang diekspor sebanyak 456 kontainer dengan wilayah pelabuhan di antaranya: Surabaya (TTL dan TPS), Semarang (Tanjung Emas),  Banjarmasin (Tri Sakti), Denpasar, dan Bima.

Sebagai informasi, Pelabuhan Teluk Lamong merupakan pelabuhan pertama di Indonesia yang berkonsep green and smart port. Pelabuhan ini memiliki sistem operasional yang berbasis Information, Communication, and Technology (ICT) dengan peralatan berbasis otomasi.

Dengan infrastruktur modern, kapasitas yang besar, serta sistem operasional berbasis digital, pelabuhan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan percepatan dalam pelayanan.

Menteri Edhy menjelaskan para pelaku usaha merupakan ujung tombak perekonomian negara sehingga pemerintah memiliki kewajiban untuk melayani kebutuhan usaha mereka dengan baik. Salah satunya melalui penyederhanaan dan percepatan proses berbagai perizinan usaha. 

“Tugas saya bagaimana melakukan upaya agar hal-hal yang buntu tidak terjadi, untuk melepaskan bottlenecking yang terjadi di mana-mana,” lanjutnya. 

Menteri Edhy menilai, geliat industrialisasi sektor perikanan ini memang perlu didorong mengingat sektor perikanan berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Sebagaimana tercatat, kontribusi PDB Perikanan terhadap PDB Nasional menunjukkan peningkatan dari 2,32 persen pada tahun 2014 menjadi 2,60 persen pada tahun 2018. Nilai PDB Perikanan triwulan-III 2019 naik menjadi Rp62,24 triliun dari Rp58,58 triliun pada periode yang sama di 2018. (BPS, 2019). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pendapatan pelaku usaha sektor perikanan.

Baca Lainnya : KKP Harapkan Dukungan Belgia Bebaskan Tarif Bea Masuk Produk Perikanan ke Uni Eropa

Peningkatan PDB sektor perikanan ini merupakan dampak peningkatan produksi perikanan Indonesia. Pada tahun 2015, produksi perikanan tangkap mencapai 6,67 juta ton senilai Rp120,6 triliun meningkat menjadi 7,25 juta ton dengan nilai Rp210,7 triliun di 2018.

Sementara itu produksi perikanan budidaya sebesar 15,63 juta ton pada 2015 meningkat menjadi 17,25 juta ton di 2018 yang terdiri dari 6,88 juta ton ikan budidaya dan 10,37 juta ton rumput laut. 

Turut hadir Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mewakili Menteri Keuangan, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin, Kepala BKIPM Rina, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja.

Baca Lainnya : Rektor IPB Dorong KKP Terapkan Sea Farming dan Sea Ranching Majukan Sektor Perikanan

Selanjutnya  perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Karantina Pertanian, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jawa Timur, Pengelola Portal Indonesia Nasional Single Window (PP INSW), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pariwisata, serta jajaran PT Pelindo III dan Pelabuhan Teluk Lamong.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: