Paparan Radiasi Nuklir di Laut Cina Selatan Tidak Terbukti

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Nov 2019   07:00 WIB

Komentar
Paparan Radiasi Nuklir di Laut Cina Selatan Tidak Terbukti

ilustrasi nuklir (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi isu yang beredar menyebutkan adanya paparan radiasi nuklir di Laut Cina Selatan pada 20 November 2019 lalu

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dan Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir BAPETEN Dedik Eko Sumargo merilis pernyataan, berdasarkan pemantauan dari jaringan stasiun monitoring gempa bumi yang masuk dalam sistem prosesing di BMKG dan dari hasil analisa rekaman seismik di dua lokasi yang terdekat dengan perkiraan lokasi ledakan Nuklir di Laut Cina Selatan, yaitu di Vietnam (DLV) dan di Taiwan (TWGB) tidak terdeteksi adanya anomali sinyal seismik yg menunjukkan (mengindikasikan) akibat dari ledakan nuklir.

"Kami nyatakan tidak terdeteksi adanya anomali sinyal seismik yg menunjukkan (mengindikasikan) akibat dari ledakan nuklir, yang diperkirakan terjadi sekitar tanggal 20 November 2019 pada pukul 18:22 Eastern US Time (21 November 2019 pukul 06:22 WIB)," jelas keterangan resmi yang  diterima Jumat (22/11/2019).

Baca Lainnya : Menteri LHK Menduga Ada 54 Perusahaan Terlibat Pencemaran Sungai Cileungsi

Lebih jauh disebutkan dalam keterang resmi tersebut dijelaskan tidak terdeteksi adanya tingkat radiasi yang signifikan di lokasi tersebut. Hal tersebut didasarkan pada hasil pemantauan sensor Radiological Data Monitoring System (RDMS) yang dipasang Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) di lokasi 6 stasiun monitoring CTBTO. 

Enam lokasi itu terdapat di Stasiun BMKG di Deli Serdang Medan, di Lembang Bandung, di Kappang Sulawesi Selatan, di Kupang NTT, di Sorong Papua Barat dan di Jayapura Papua.

Demikian juga dengan hasil pemantauan sensor yang terpasang di Stasiun BMKG di Tanjung Pinang Kepulauan Riau, di Tarakan Kalimantan Utara, dan di Gorontalo.

"Kami nyatakan bahwa tidak terdeteksi adanya tingkat radiasi yang signifikan di lokasi tersebut dibandingkan dengan tingkat radiasi alamiah," jelas keterangan resmi tersebut. 

Selanjutnya, berdasarkan hasil data monitoring tersebut dapat disimpulkan bahwa berita soal adanya paparan radiasi nuklir di Laut Cina Selatan tidak terbukti.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar terkait kabar adanya paparan radiasi nuklir di Laut Cina Selatan yang berdampak di Indonesia," ujar Rahmat dan Dedik.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: