Kekeringan Belum Berakhir, 2 Kabupaten Di NTT Ajukan Permohonan Dana Siap Pakai

TrubusNews
Binsar Marulitua
22 Nov 2019   15:17 WIB

Komentar
Kekeringan Belum Berakhir, 2 Kabupaten Di NTT Ajukan Permohonan Dana Siap Pakai

Ilustrasi Kekeringan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Alor masih dilanda kekeringan akibat belum turun hujan. Hal tersebut berdasarkan data yang dihimpun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai rujukan. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, pihaknya telah  mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan Dana Siap Pakai (DSP).

Saat ini, pemerintah Kabupaten TTU mengirimkan surat permohonan bantuan DSP sebesar Rp629.200.000 kepada BNPB untuk mengatasi bencana kekeringan.

"Biasanya pada bulan November sudah turun hujan, sejak bulan Mei sampa dengan November baru turun hujan 1 kali sehingga kondisi sangat kering," jelas Agus dalam siarn pers di Jakarta, Jumat (11/22/2019). 

Baca Lainnya : Terdampak Kekeringan, Total Lahan Padi Puso Capai 70.201 Hektar Sampai Agustus 2019

Agus menjelaskan, selama ini BPBD melakulan dropping air bersih kepada penduduk. Pemda TTU sudah menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta untuk keperluan dropping air bersih dengan alokasi 10 tangki per desa di 20 desa yang mengalami kekeringan. 
"Berdasarkan keterangan BPBD TTU terdapat 99 desa di 21 kecamatan yang terdampak bencana kekeringan," tambahnya. 

Selain Kabupaten TTU, lanjut Agus, TRC BNPB juga melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan DSB dari Kabupaten Alor sebesar Rp 925.000.000 untuk mengatasi kekeringan.

Terdapat 60 desa di 15 kecamatan di Alor yang mengalami bencana kekeringan. Selama ini BPBD Kabupaten Alor juga melakukan dropping air bersih ke penduduk dengan menggunakan dana APBD yang ada.

Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB per hari ini (22/11.2019) berikut adalah wilayah yang masih mengalami kekeringan sampai dengan bulan November 2019:

99 desa di 21 kecamatan di TTU, NTT
60 desa di 15 kecamatan di Alor, NTT
27 desa 8 kecamatan di Flotim, NTT
24 Desa 6 kecamatan Kab. Pati Prov. Jateng
2 Desa di Kab. Kendal Prov. Jateng
12 Kecamatan di Kab. Cirebon Prov. Jabar
25 Desa di 8 Kecamatan di Kab. Brebes Prov. Jateng
7 Desa di 3 Kecamatan Kab. Karangasem Prov. Bali

"Solusi jangka pendek yang dilakukan Pemerintah Daerah adalah dengan melakukan distribusi air dan menggunakan dana dari APBD masing-masing. Jika masih kurang makan BNPB akan memberikan DSP sesuai kebutuhan dari daerah," imbuhnya.

Baca Lainnya : Kekeringan, 4.200 Warga Gunung Kidul Terima Bantuan Air Bersih

Sedang untuk solusi jangka panjang BNPB menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan penanaman pohon di daerah kritis dan daerah tangkapan air hujan dengan tanaman mempunyai potensi  menyimpan air dalam tanah seperti beringin, trembesi, sukun, dll. 

Selain itu, BNPB bersama dengan komunitas masyarakat berusaha untuk melakukan aksi penyelamatan mata air seperti membersihkan sungai.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: