Garam Langka di Blitar, Pedagang Dihantui Denda Rp 50 Juta

TrubusNews
Trubus News
17 Juli 2017   13:35 WIB

Komentar
Garam Langka di Blitar, Pedagang Dihantui Denda Rp 50 Juta

Petani garam (Foto : Foto: News KKP)

Warga di Blitar, Jawa Timur, kesulitan mendapatkan garam. Kelangkaan ini terjadi sejak dua pekan jelang Lebaran Idul Fitri.

Kelangkaan terjadi hampir merata di semua pasar tradisional dan mini market di wilayah kabupaten dan kota Blitar. Seperti Pasar Wingi yang merupakan pasar sentral di wilayah Kabupaten Blitar bagian timur, Pasar Sutojayaan untuk Blitar bagian selatan, Pasar Dayu Nglegok bagian utara dan Pasar Legi di Kota Blitar.

“Sejak mau Lebaran kemarin enggak ada yang mengantar ke toko saya. Biasanya ada stok, sekarang habis. Saya mau beli di Pasar Blitar, enggak boleh beli bal-balan, disuruh eceran supaya kebagian semua,” kata Erna Juwita (44), pedagang di Pasar Dayu Nglegok, Senin (17/7/2017).

Hal yang sama juga dirasakan Wiwik Windarsih (51), pedagang di Pasar Wlingi. Katanya, stok yang dipunyanya tinggal satu bal garam kasar. “Di sini sudah tidak ada yang jual garam halus,” tuturnya.

Sementara itu di Pasar Legi, beberapa pedagang yang masih punya stok garam terpaksa menaikkan harga hingga dua kali lipat. Apalagi kini ada garam merek baru.

“Baru Jumat (14/7) kemarin dapat kiriman garam dari Surabaya hanya 500 Kg. Mereknya baru tapi sudah berizin katanya dan harganya lebih mahal. Kalau merek biasa harga satu sak isi 20 Rp 24 ribu untuk garam halus dan Rp 27 ribu untuk garam kasar. Yang merek baru ini satu sak isi 20 harganya Rp 47 ribu,” tuturnya.

Ungkap Khusnul, pedagang di Pasar Legi, suplier garam dari Kediri yang biasanya mengantar ke tempatnya takut mengirimkan garam, begitu juga dengan pedagang juga takut menerima kiriman garam dari Kediri. Adapun alasannya, akan didenda Rp 50 juta bagi penjual garam tak berizin.

“Sejak ada peraturan denda Rp 50 juta itu, saya enggak mau ambil kiriman dari Kediri. Nanti saya kena denda dong,” pungkasnya.[AS]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: