Puluhan Warga China Dikarantina Usai Konsumsi Daging Kelinci Liar Terjangkit Pes

TrubusNews
Syahroni
20 Nov 2019   21:00 WIB

Komentar
Puluhan Warga China Dikarantina Usai Konsumsi Daging Kelinci Liar Terjangkit Pes

Bakteri Yersinia pestis. (Foto : Everet Historical/ Shutterstock)

Trubus.id -- Puluhan warga China terpaksa dikarantina setelah bersentuhan langsung dengan pria yang terjangkit penyakit pes, menurut sejumlah media lokal. Pria berusia 55 tahun ini sebelumnya dilaporkan terjangkit penyakit pes dari kelinci liar buruannya yang ia konsumsi. 

Temuan kasus penyakit pes ini sendiri merupakan temuan ketiga dalam 1 bulan terakhir terkait wabah penyakit mematikan tersebut. Sebanyak 28 warga yang dilaporkan melakukan kontak langsung dengan pria tersebut kini dikarantina meski mereka belum merasakan demam yang menjadi gejala peyakit pes.

Dilansir dari The Associated Press, petugas kesehatan Negara Tirai Bambu di wilayah Mongolia telah memastikan bahwa pria yang terjangkit itu sudah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ia dilaporkan telah mengonsumsi daging kelinci liar terjangkit penyakit pes hasil buruannya pada 5 November silam di kawasan Mongolia yang dikenal dengan nama Xilingol League.

Sepekan kemudian, 2 pasien dari wilayah yang sama dilaporkan terjangkit penyakit yang sama di Beijing. Namun dilansir dari kantor berita resmi Xinhua, pihak berwenang belum menemui kaitan antara dua kasus ini. 

Wabah mematikan yang sebelumnya dikenal dengan nama 'Black Death', adalah wabah paling bersejarah di dunia. Wabah tersebut bertanggung jawab atas pandemi luas yang meluluhlantakkan Eropa di abad pertengahan, membunuh sebanyak setengah dari benua pada satu waktu. 

Saat ini, penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik tetapi deteksi dini diperlukan. Ada dua bentuk infeksi wabah yang masing-masing disebabkan oleh bakteri persisten yang dikenal sebagai Yersinia pestis

Wabah pes ditularkan antara hewan dan manusia melalui gigitan kutu yang terinfeksi dan membunuh antara 30 dan 60 persen dari mereka yang didiagnosis. Pada fase sekundernya, wabah pneumonik sangat menular, menyebar melalui inhalasi tetesan pernapasan yang terinfeksi. 

Dengan gejala infeksi paru-paru yang parah, sesak napas, sakit kepala, dan batuk, hampir semua dari mereka yang terinfeksi wabah pneumonia akan mati jika tidak dirawat, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: