Kementerian Keuangan: Desain Laporan Administratif Penyaluran Dana Desa Dipermudah

TrubusNews
Astri Sofyanti
19 Nov 2019   18:00 WIB

Komentar
Kementerian Keuangan: Desain Laporan Administratif Penyaluran Dana Desa Dipermudah

Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti (kiri) pada kegiatan diskusi media dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (19/11) (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Guna mempermudah penyaluran dana desa, Kementerian Keuangan (kemenkeu) melalui Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti menegaskan bahwa Kemenkeu akan mempermudan desain laporan administratif penyaluran dana desa. Hal ini dilakukan Kemenkeu mengingat beragam latar belakang pendidikan para kepala desa.

Dikatakan Prima, laporan administratif dana desa harus dirancang berdasarkan logika akuntansi. Hal inilah yang membuat pemerintah akan mempermudah desain laporannya namun dengan tetap memperkuat dan memperketat pengawasannya.
 
"Mendesain pelaporan ini kan mindset-nya adalah accounting ya. Jadi menurut daerah, apalagi kalau untuk kepala desa yang pendidikannya latar belakangnya berbagai macam, ya ini jadi menyulitkan karena dia butuh ada logika akuntansi. Nah ini memang yang kita harus carikan jalan, makanya kami terus bekerja sama dengan Kemendagri, Kemendes PDTT, bagaimana melihat ini supaya kita punya solusi yang tepat," demikian dikatakan Prima ketika ditemui kegiatan diskusi media dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Polemik Dana Desa: Sudah Tepat Guna", di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).

Meski begitu, diriya menjelaskan, yang dipermudah hanya desain laporan administratifnya saja. Sementara untuk pengawasannya akan tetap terus diperkuat dari pusat sampai ke daerah.
 
"Jadi jangan disalah tafsirkan ya, yang kita bikin simpel adalah administratifnya. Jadi sama saat seperti kita mengisi formulir itu kan ada yang cuma contreng-contreng dan ada juga yang harus menulis. Nah itu yang sekarang ini yang harus kita perbaiki," ungkap Prima. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: