72 Kapal Pencuri Ikan Inkrah Tidak Ditenggelamkan, Menteri Edhy Berencana Bagikan kepada Nelayan

TrubusNews
Binsar Marulitua
19 Nov 2019   14:30 WIB

Komentar
72 Kapal Pencuri Ikan Inkrah Tidak Ditenggelamkan, Menteri Edhy Berencana Bagikan kepada Nelayan

Penenggelaman Kapal Pencuri i ikan yang terlantar dan telah berkekuatan hukum tetap atau sudah inkrah . (Foto : KKP)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo berencana menghibahkan kapal-kapal pencuri ikan yang terlantar dan telah berkekuatan hukum tetap atau sudah inkrah kepada nelayan. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Edhy Prabowo usai mengikuti rapat koordinasi yang digelar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (19/11/2019). 

“Kami harapkan kapal ini ada gunanya, ada manfaatnya. Nanti diputuskan kapal-kapal yang sudah inkrah, arah mau gimana, akan diserahkan ke mana, misalnya untuk dihibahkan ke nelayan,” kata Menteri Edhy Prabowo. 

Baca Lainnya : Penenggelaman Dihentikan, Menteri Edhy Akan Bagikan Kapal Pencuri Ikan kepada Nelayan

Menteri Edhy menjelaskan, saat ini ada sekitar 72 kapal yang sudah dinyatakan inkrah atau berkekuatan hukum tetap oleh pengadilan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 kapal dalam kondisi baik, 6 kapal harus dimusnahkan, dan sisanya dalam kondisi kurang baik.

Ia menjelaskan, pemerintah masih mempertimbangkan penerima hibah kapal tersebut mulai dari nelayan, koperasi, pemerintah daerah, hingga kampus untuk kebutuhan pelatihan akademisi.

Yang jelas, kalau toh dihibahkan pemerintah akan tetap memantau secara berkala untuk memastikan agar kapal tersebut tidak dijual kepada pemilik asal.

Selain kapal yang sudah inkrah, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, pemerintah juga membahas solusi untuk kapal-kapal eks perusahaan asing yang mangkrak di pelabuhan.

“Masih banyak kapal eks asing. Itu harus ada jalan keluarnya supaya tidak memenuhi tempat,” jelas Edhy.

Ia juga menyampaikan, ada juga kapal yang dipesan oleh pengusaha, namun saat tiba di tanah air aturannya berubah sehingga kapal tersebut tidak bisa melaut.

Baca Lainnya : Menteri Edhy Minta Dukungan Selandia Baru Lepaskan Embargo Kerang Hijau Indonesia

Menteri Edhy berharap kapal-kapal yang masih dalam kondisi bagus, akan lebih baik dimanfaatkan untuk nelayan.

Berdasarkan data KKP, terhitung sejak Januari hingga saat ini, sebanyak 55 Kapal Ikan Asing (KIA) telah ditangkap. 55 KIA tersebut terdiri dari 20 kapal Malaysia, 19 kapal Vietnam, 15 kapal Filipina, dan 1 kapal Panama.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: