Mahasiswa IPB Gagas Teknologi Monitoring Gizi Anak untuk Turunkan Angka Stunting

TrubusNews
Thomas Aquinus
19 Nov 2019   20:00 WIB

Komentar
Mahasiswa IPB Gagas Teknologi Monitoring Gizi Anak untuk Turunkan Angka Stunting

Tiga mahasiswa IPB University gagas teknologi monitoring gizi anak. (Foto : IPB University)

Trubus.id -- Stunting adalah masalah  gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan gizi. Stunting terjadi semenjak janin masih dalam kandungan dan baru nampak ketika anak berusia dua tahun.

Kekurangan gizi pada usia dini berisiko meningkatkan angka kematian bayi dan anak karena penderita mudah sakit dan memiliki postur tubuh tidak maksimal saat dewasa.

Hal ini mendorong tiga mahasiswa IPB University yaitu Pahmi Idris dari Departemen Proteksi Tanaman, Devin Purnawansyah dan Fitriyanti keduanya dari Departemen Teknologi Hasil Hutan untuk menggagas aplikasi Gizind sebagai solusi menurunkan angka stunting di Indonesia. Melalui aplikasi Gizind ini dapat dilakukan monitoring secara berkala pada kesehatan anak.

Baca Lainnya : Dosen IPB University Promosikan Daya Saing Pertanian Indonesia di Australia Awards Indonesia

“Aplikasi ini kami rancang dengan tiga tujuan yaitu menjaga dan memonitoring kesehatan ibu hamil, memonitoring dan mengontrol gizi anak selama 1000 Hari Kehidupan Pertama, dan menjaga keseimbangan gizi anak sampai umur lima tahun,” terang Fitri, Ketua Tim.
 
Melalui gagasannya itu, mahasiswa IPB University ini berhasil meraih juara tiga lomba Public Health National Competition (PHNC) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya beberapa waktu lalu.

Baca Lainnya : Gigih Lawan Karhutla, Guru Besar IPB Bambang Hero Diganjar Anugerah John Maddox Prize

Pihak-pihak yang akan dilibatkan untuk mengimplementasikan Gizind nanti adalah Kementerian Kesehatan RI, dinas kesehatan, tenaga kesehatan, dan ibu-ibu sebagai target program Gizind. Pada aplikasi ini, tenaga kesehatan bertugas menginput database anak serta, sedangkan ibu/calon ibu dapat memperoleh pelayanan kesehaan saat kehamilan.

“Harapannya ide yang kami buat ini bukan hanya sekedar ide. Namun bisa diimplementasikan dan direalisasikan demi terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama dalam mengatasi masalah stunting yang dapat membahayakan bagi tumbuh kembang generasi bangsa kedepannya,” tutup Pahmi.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: