Atasi Daerah Rawan Masalah Pangan, Kementerian Pertanian Siap Kembangkan Family Farming

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Nov 2019   18:00 WIB

Komentar
Atasi Daerah Rawan Masalah Pangan, Kementerian Pertanian Siap Kembangkan Family Farming

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi saat memberikan sambutan sebagai Keynote Speaker dalam acara Sinkronisasi Pembangunan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Berkelanjutan di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (18/11). (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menyampaikan apresiasi atas terwujudnya sinkronisasi yang intensif antara Kementerian Dalam Negeri dengan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Dengan adanya full support dari Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah yang meletakan pembangunan ketahanan pangan sebagai prioritas, saya optimis ketahanan pangan kita akan semakin mantap,” jelas Agung saat memberikan sambutan sebagai Keynote Speaker dalam acara Sinkronisasi Pembangunan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Berkelanjutan di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

“Yang ada adalah Prevelensi of Undernourishment (PoU) atau yang dikenal dengan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan, yaitu jumlah penduduk yang konsumsi pangannya belum mencukupi standar kecukupan gizi,” tambahnya.

Agung mengatakan, di daerah rentan rawan pangan terdapat di 956 kecamatan tersebar di 88 kabupaten.  

Untuk mengatasi masalah kerentanan rawan pangan, mulai tahun 2020 Kementan akan melakukan intervensi melalui dua kegiatan utama.  Pertama Family Farming atau Pertanian Keluarga.

“Kegiatan ini sudah dilaporkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada Presiden Joko Widodo dan sudah di setujui,” bebernya lagi.

Kegiatan kedua adalah Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Untuk akselerasi pelaksanaan CPPD akan ditetapkan melalui Inpres.

“Melalui kedua kegiatan ini yang dilakukan secara sinergi, saya yakin masalah kerentanan rawan pangan bisa kita atasi bersama-sama, dan nanti pada tahun 2045 sudah tidak ada lagi daerah rentan rawan pangan di Indonesia,” ucap Agung.

Untuk itu tambah Agung, pemerintah daerah harus membangun cadangan pangan dan mengalokasikan anggarannya. Dibagian lain Agung mengatakan, target pembangunan ketahanan pangan adalah terpenuhinya kebutuhan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Dari 267 juta penduduk Indonesia, semuanya harus terpenuhi kebutuhan pangannya. Tidak boleh ada yang kekurangan pangan,” tutupnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: