BMKG Tegaskan Tak Ada Potensi El Nino Pada 2020

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Nov 2019   13:41 WIB

Komentar
BMKG Tegaskan Tak Ada Potensi El Nino Pada 2020

Ilustrasi - kekeringan (Foto : Indiatimes)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi berita yang beredar luas dan menyebut bahwa BMKG memprediksi adanya potensi kekeringan panjang dan El Nino pada 2020 mendatang. BMKG memastikan informasi tersebut tidak benar.

Dalam keterangan resminya, Senin (18/11), BMKG menyatakan bahwa berita yang beredar tersebut tidak benar. BMKG menegaskan instansinya tidak pernah memprediksi hal tersebut dan pada 2020 tidak teridentifikasi akan terjadi El-Nino kuat.

"BMKG tidak memprediksikan kekeringan panjang bertahun-tahun dan pada 2020 tidak teridentifikasi akan terjadi el-nino kuat. Lembaga NOAA dan NASA (Amerika) serta JAMSTEC (Jepang) memprediksikan hasil yang serupa," demikian bunyi keterangan BMKG dalam siaran persnya, Senin (18/11).

Baca Lainnya : BMKG: Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara Terjadi Akibat Penyesaran dalam Lempeng Laut

Dalam terengan resminya, BMKG memprediksi tak ada potensi anomali iklim pada 2020, baik di Samudera Pasifik maupun Samudera Hindia yang berdampak pada curah hujan di wilayah Indonesia. Curah hujan akan cenderung sama dengan pola iklim normal (klimatologisnya).

"El nino lemah tahun 2019 telah dinyatakan berakhir pada akhir Juli lalu dan kondisi netral masih berlanjut hingga akhir tahun 2019," tulis BMKG.

Untuk prediksi 2020 mendatang, BMKG menjelaskan, tidak ada potensi anomali iklim yang berdampak pada curah hujan di wilayah Indonesia. Curah hujan saat ini terjadi pada November 2019, sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

Sedangkan musim kemarau akan dimulai pada April-Mei hingga Oktober 2020. Semenetara wilayah di dekat ekuator, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Riau, musim kemarau pertama akan dimulai pada Februari-Maret 2020.

Baca Lainnya : Tingkatkan Mitigasi: Sinergi BMKG dengan Kemendagri dan BNPB Diperkuat

"Tetap perlu diwaspadai untuk potensi kondisi kering, yang dapat berdampak karhutla di awal tahun pada wilayah dekat ekuator tersebut," sebut BMKG.

Guna mencegah masyarakat terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, BMKG meminta masyarakat untuk terus mengperbaru informasi seputar perkembangan fenomena atau gejala anomaly melalui laman resminya dengan mengakses www.bmkg.go.id.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: