Dosen IPB University Promosikan Daya Saing Pertanian Indonesia di Australia Awards Indonesia

TrubusNews
Thomas Aquinus
18 Nov 2019   13:00 WIB

Komentar
Dosen IPB University Promosikan Daya Saing Pertanian Indonesia di Australia Awards Indonesia

Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Dr Arief Daryanto. (Foto : IPB University)

Trubus.id -- Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Dr Arief Daryanto promosikan daya saing Indonesia saat menjadi pembicara Australia Awards Indonesia dalam “Lokakarya Agricultural Policy Promoting Competitiveness”, beberapa waktu lalu di Purwakarta.

Dr Arief Daryanto, Adjunct Professor di Business School University of New England memberikan materi mengenai bagaimana meningkatkan daya saing sektor pertanian di Indonesia. Konsep daya saing sektor pertanian di Indonesia acap dikaitkan dengan konsep ketahanan pangan dan nutrisi. Ketahanan pangan  berupa ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, utilisasi dan stabilitas pengadaannya dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat multidimensi. 

Dalam keterangan tertulis yang diterima Trubus.id, Dr Arief mengatakan konsep daya saing pertanian juga sering menggunakan kerangka analisis Global Value Chains (GVC) System.  Sistem GVC yang berdaya saing ke depan seharusnya memiliki ciri-ciri yang antara lain efisien, inklusif, cerdas menyesuaikan dengan perubahan iklim, berkelanjutan, berorientasikan kepada pencapaian ketahanan pangan dan nutrisi serta ramah terhadap sektor bisnis.

Baca Lainnya : Gigih Lawan Karhutla, Guru Besar IPB Bambang Hero Diganjar Anugerah John Maddox Prize

“Pembangunan pertanian di Indonesia juga sering dikaitkan dengan pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) terkait pertanian dan pangan, terutama pengentasan kemiskinan, memberantas kelaparan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata pakar agribisnis IPB University ini.

Dr Arief Daryanto juga menjelaskan mengenai bagaimana pentingnya peran pendidikan tinggi vokasi untuk mendorong sektor pertanian yang berdaya saing. “Pemerintah saat ini memprioritaskan kepada pengembangan pendidikan vokasi yang memiliki link and match dengan dunia industri,” jelasnya.

Baca Lainnya : Menteri Edhy Minta Saran IPB Terkait Polemik Penggunaan Alat Tangkap Nelayan

Pembicara yang lain dalam lokakarya tersebut adalah Ms Trish Gleeson, Counsellor Agriculture, Kedutaan Besar Australia di Indonesia. Ia menjelaskan mengenai posisi sektor pertanian Indonesia di mata Australia dan demikian sebaliknya.

Peserta lokakarya adalah staf senior yang berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Kementerian Pembangunan Nasional, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. 

 

IPB

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: