BNPB Laporkan Hingga Sabtu Malam Gempa Susulan Masih Guncang Maluku Utara

TrubusNews
Astri Sofyanti
17 Nov 2019   14:00 WIB

Komentar
BNPB Laporkan Hingga Sabtu Malam Gempa Susulan Masih Guncang Maluku Utara

Sejumlah warga Maluku Utara yang mengungsi ke atas bukit (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Sabtu (16/11) gempa susulan masih dirasakan warga di Jailolo, Maluku Utara. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sehingga mereka mengevakusi diri ke bukit pada malam hari.

Warga khawatir karena setiap hari beberapa kali terjadi gempa di Batang Dua, membuat warga trauma. Oleh karena itu, warga sadar akan dampak gempa dan keselamatan mereka. Saat malam mereka mengamankan diri naik ke atas bukit menjauhi pantai.

Jelang malam tiba, mereka membangun tenda dan tidur di sana. Siang hari mereka beraktivitas seperti biasa.

Merespon kondisi pascagempa yang berdampak di Pulau Batang Dua, BNPB mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) untuk memonitor situasi di lapangan. Di samping itu, personel BNPB juga membawa logistik yang dibutuhkan saat tanggap darurat.

BMKG merilis gempa susulan per 16 November 2019, pukul 09.00 WITA sebanyak 151 kali, 8 di antaranya dirasakan warga.

“Data BNPB per 16 November 2019 mencatat 36 unit bangunan rusak ringan. Gempa selain menimbulkan kerusakan di Maluku Utara juga menyebabkan kerusakan di Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara,” demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (17/11).

Diakui Agus untuk korban luka - luka sampai 16 November 2019, di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara 3 orang luka ringan dan 33 unit bangunan rusak ringan. Korban dan kerusakan terjadi di Pulau Batang Dua yang terletak di dekat pusat gempa. Korban luka-luka disebabkan tertimba batu bata dari dinding yang jatuh, sedangkan kerusakan bangunan di Kecamatan Batang Dua pada kategori rusak ringan mencakup 28 rumah warga, 3 gereja, 1 sekolah SMAN 11 dan 1 unit gedung Bank Perkreditan Rakyat.

“Data kerusakan di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara masing-masing 1 unit kantor dan 2 rumah dengan kategori rusak ringan,” pungkas Agus.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: